5 Jenis Bahan Alami untuk Kesehatan yang Diwariskan Oleh Nenek Moyang

5 Jenis Bahan Alami untuk Kesehatan yang Diwariskan

Sehat88 – Nenek, ibu, ayah, atau kakek Anda mungkin merekomendasikan penggunaan berbagai bahan alami untuk kesehatan Anda. Gunakan daun ini untuk sembuh dengan cepat, minum solusinya agar tidak sakit, dan segala macam saran lainnya. Nah, sebenarnya apakah nasihat turun-temurun tentang kesehatan itu benar-benar ilmiah atau hanya mitos? Ternyata beberapa “obat resep” kuno memang terbukti bermanfaat, Anda tahu. Apa bahan alami untuk kesehatan yang telah diturunkan dari generasi ke generasi?.

Ampas Kencur Untuk Kaki Pegal ataupun Terkilir

Selama beberapa generasi, rimpang kencur dikenal sebagai obat untuk menghilangkan rasa sakit akibat gangguan otot. Bahkan rimpang kencur juga diakui oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam Peraturan Menteri Kesehatan Tentang Ramuan Formularium Obat Tradisional Indonesia sebagai sumber tanaman Indonesia yang digunakan untuk kekakuan dan keseleo.

Biasanya kencur akan dihaluskan dengan nasi dan air secukupnya. Kemudian ramuan ini melekat pada bagian yang sakit dan dibiarkan kering. Larutan air yang mengandung kencur ini sering disebut param beras kencur.

Kencur ternyata efektif untuk mengatasi rasa sakit karena terkilir atau merasa sakit. Sebab, kencur memiliki sifat antiinflamasi dan juga hangat di bagian yang terkena.

Selain itu, kandungan minyak atsiri dalam kencur memiliki kekuatan analgesik, yang berfungsi mengurangi rasa sakit. Maka dari itu, jangan heran jika kencur memang bisa mengurangi rasa sakit saat sedang terkilir atau sakit.

Demam Berdarah Minum Jus Jambu Merah Agar Cepat Sembuh

Demam berdarah dengue alias DBD ditemukan di negara tropis seperti Indonesia. Nah, jika ada DBD, hampir semua orang akan menyarankan Anda minum jus buah jambu biji. Bukan hanya mitos, ternyata bahan alami untuk kesehatan sangat membantu.

Kandungan vitamin C buah jambu biji cukup besar. Vitamin C memiliki peran sebagai senyawa antioksidan yang dapat memperbaiki kerusakan membran sel akibat serangan radikal bebas.

Zat lain yang tak kalah penting adalah kuersetin dalam jambu biji. Quercetin berfungsi untuk mengobati kerapuhan pembuluh kapiler manusia, dan memiliki efek DNA antiploriferatif. Dengan efek ini, jambu biji dapat menghambat proliferasi virus dengue di tubuh penderita.

Jika perkembangan virus diblokir, itu akan mengurangi keparahan serangan dari virus. Pendarahan yang sering ditakuti dalam kasus demam berdarah juga bisa dicegah. Nah, ternyata anggapan orang tua dari zaman dahulu memang terbukti secara ilmiah benar dalam membantu pengobatan demam berdarah.

Kulit Manggis untuk Kolesterol

Bagi orang dengan kolesterol tinggi, mungkin sering terdengar bahwa manggis adalah salah satu bahan alami untuk kesehatan yang efektif. Ada yang diolah menjadi air rebusan kulit manggis, dicampur teh, diseduh menjadi minuman, dibuat menjadi jus, atau diekstraksi.

Pada dasarnya, manggis mengandung xanthone. Xanthone adalah zat polifenol yang memiliki efek antioksidan kuat. Xanthone dalam tubuh akan sangat menghancurkan radikal bebas yang dapat menyebabkan peradangan dan penyakit lainnya.

Xanthone juga ditemukan dalam kulit manggis. Xanthone dapat menghambat proses pembentukan kolesterol atau apa yang disebut kolesterogenesis sebelum melanjutkan ke kolesterol.

Penelitian yang ditulis dalam Medical Scientific Journal 2015 menunjukkan bahwa pemberian kulit manggis dalam bentuk ekstrak dapat mengurangi kolesterol total serum dan kolesterol LDL.

Kunyit untuk Penyakir Maag

Maag adalah penyakit yang umum di masyarakat. Salah satu penyebab timbulnya borok adalah penyakit yang berhubungan dengan asam lambung, misalnya infeksi bakteri di lambung, refluks asam lambung (GERD), atau sariawan.

Berbicara soal mulas, ini tidak terlepas dari pesan orang tua dari zaman dahulu yang mengatakan tentang konsumsi kunyit yang baik untuk borok. Bahkan bukan maag tetapi untuk gangguan pencernaan lainnya.

Dilansir dari laman Healthline, kunyit itu sendiri pada dasarnya adalah tanaman yang kaya akan zat antiinflamasi dan antioksidan. Kunyit mengandung curcumin, yang merupakan sumber alami antivirus, antibakteri dan sifat antikanker.

Berdasarkan penelitian di Journal of Clinical Biokimia dan Nutrisi, kondisi refluks asam membutuhkan zat antioksidan dan anti-inflamasi untuk meringankannya. Zat ini dapat ditemukan dalam kunyit, yaitu curcumin.

Studi lain juga menunjukkan bahwa kunyit dapat mencegah peradangan di saluran pencernaan karena bakteri atau virus. Agen antibakteri dan antivirus juga dapat ditemukan dalam kunyit.

Nah, itu sebabnya secara ilmiah mengasumsikan konsumsi kunyit ketika mengalami gejala maag atau radang pada sistem pencernaan memang bisa membantu.

Minum Sari Kencur Untuk Obat Batuk

Kencur adalah tanaman yang ditemukan di Indonesia dan telah turun temurun menjadi bahan alami untuk kesehatan. Selain mengatasi sakit sebagai param, kencur juga sering disarankan untuk batuk. Sejak zaman nenek moyang kita, Anda mungkin sering mendengar saran untuk minum jus kencur sebagai obat batuk.

Ternyata, ini bukan saran yang ceroboh. Padahal, rimpang kencur memang merupakan tanaman ekspektoran, yaitu dahak atau dahak. Dengan demikian, kencur dapat membantu mengeluarkan dahak yang masih terhambat pada orang yang mengalami batuk.