Konsumsi Kopi Bisa Bantu Cegah Obesitas dan Diabetes

Hidup Sehat – Untuk turunkan berat badanmu, ternyata ada cara yang mudah dan enak untuk kamu lakukan. Sebuah penelitian terbaru ungkap bahwa konsumsi kopi bisa bantu untuk turunkan berat badan ini.

http://www.sehat88.com

Dilansir dari New York Post, ilmuwan di University of Nottingham, Inggris temukan bahwa konsumsi segelas kopi bisa bantu melawan obesitas dan diabetes. Hal ini terjadi lantaran kemampuan dari minuman ini untuk bakar lemak tubuh.

“Ini pertama kalinya dilakukan penelitian pada manusia untuk tunjukkan bahwa sesuatu seperti kopi di pagi hari bisa memiliki efek langsung terhadap fungsi lemak coklat,” jelas Professor Michael Symonds.

Jaringan adiposa coklat atau lemak coklat hasilkan panas tubuh dengan bakar kalori. Hal ini umum dijumpai pada bayi dan mamalia yang tengah hibernasi, namun saat ini ternyata hal ini juga dapat ditemui pada orang dewasa juga.

Sebaliknya, pada jenis lemak yang umum ditemui yaitu lemak putih, hal ini digunakan untuk simpan kalori berlebih. Seseorang yang miliki indeks massa tubuh lebih rendah cenderung miliki lebih banyak lemak coklat.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports, kopi mampu bekerja dengan baik terhadap lemak coklat tersebut. Dengan stimulasi lemak coklat yang mampu bakar lemak putih, kopi diketahui bisa cegah potensi obesitas dan diabetes.

Hingga sebelum penelitian ini dilakukan, tidak diketahui bagaimana cara stimulasi lemak coklat yang bisa ditemui pada bagian leger. Melalui penginderaan thermal, ilmuwan temukan bahwa usai konsumsi kopi, lemak coklat jadi semakin panas yang berarti bahwa bagian tersebut bakar lebih banyak kalori.

Ilmuwan masih belum yakin apakah hal ini disebabkan oleh kafein pada kopi atau karena kandungan lain yang sebabkan hal ini.

“Saat ini kami tengah pelajari suplemen kafein untuk tes apakah efek yang serupa juga terjadi,” terang Symonds.

Jika telah diketahui bagaimana kopi bantu tingkatkan lemak coklat, maka hal ini bisa sangat berguna. Kandungan yang diketahui bermanfaat ini bisa diisolasi dan digunakan secara potensial untuk tujuan terapi.

“Usai kami konfirmasi komponen mana yang berguna untuk hal ini, maka hal ini bisa digunakan sebagai cara mengelola berat badan atau sebagai bagian dari program batasan glukosa yang bermanfaat cegah diabetes,” tandasnya Symonds.