Tak Lebih Aman dari Rokok, Berikut 5 Bahaya Shisha untuk Kesehatan

Hidup Sehat – Maraknya larangan merokok, membuat orang beralih mengisap shisha. Selain asapnya yang lebih harum, rasanya juga disebut lebih enak dibandingkan rokok. Shisha memiliki varian rasa yang cukup beragam untuk dinikmati dari mulai buah hingga rasa-rasa tertentu sehingga dianggap lebih ringan. Namun, tahukah Anda bahwa bahaya atau efek samping shisha tak jauh beda dengan rokok?

Bahaya shisha yang merusak kesehatan

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika (CDC) menyatakan bahwa tembakau untuk merokok maupun shisha berisiko serius bagi kesehatan. Studi menunjukkan bahwa paparan asap shisha sama beracunnya dengan asap rokok.

Dalam satu jam, shisha biasanya diisap hingga 200 kali, sementara rokok rata-rata hanya sekitar 20 isapan. Selain itu, jumlah asap yang dihirup selama mengisap shisha sekitar 90.000 ml sementara saat merokok hanya 500 sampai 600 ml.

Hal ini membuat racun shisha banyak diserap ke dalam tubuh dan memicu timbulnya berbagai efek samping untuk kesehatan. Berikut beberapa bahaya atau efek samping shisha:

1. Meningkatkan risiko kanker

Shisha punya efek samping yang tak main-main yaitu bisa meningkatkan risiko kanker. Sebuah penelitian dalam International Archives Of Medicine menyatakan bahwa asap tembakau dalam shisha mengandung 4.800 bahan kimia berbeda dan 69 di antaranya menyebabkan kanker.

Tak hanya itu, mengisap shisha ternyata bisa menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan beberapa jenis kanker. Dibandingkan dengan yang bukan perokok, kadar antioksidan dan vitamin C di dalam tubuh mereka ternyata lebih rendah. Padahal, keduanya menjadi nutrisi penting yang dibutuhkan untuk mencegah kanker.

Arang yang digunakan untuk memanaskan tembakau pada shisha bahaya untuk tubuh. Ini karena arang shisha memproduksi karbon monoksida, logam, dan bahan kimia lain yang menyebabkan kanker.

Tak hanya kanker paru, tembakau dan asap shisha juga mengandung racun yang menjadi penyebab kanker kandung kemih dan mulut.

Selain itu, beberapa penelitian lain juga menyebutkan bahwa shisha bisa menyebabkan kanker tenggorokan, pankreas, kandung kemih, dan prostat.

2. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Asap shisha mengandung bahan kimia berbahaya seperti pada rokok. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

Dalam penelitian ini, didapat bukti bahwa urine orang yang mengisap shisha dan perokok punya beberapa bahan kimia yang sama.

Karbon monoksida menjadi salah satu senyawa yang ditemukan di dalamnya. Pada shisha, karbon monoksida ini berasal dari batu bara atau arang yang digunakan sebagai bahan bakar yang punya bahaya tak terelakkan.

Selain itu, sebuah studi yang diterbitkan dalam JRSM Open, menemukan bukti bahwa para pengisap shisha punya kadar karbon monoksida tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan perokok dalam tubuhnya.

Karbon monoksida adalah zat yang bisa mengurangi penyerapan oksigen oleh tubuh. Ini karena karbon monoksida bisa mengikat sel darah merah hingga 230 kali lebih kuat dari oksigen.

Oleh karenanya, menghirup terlalu banyak karbon monoksida bisa menurunkan kadar oksigen yang seharusnya diserap tubuh. Ketika oksigen yang diserap terlalu rendah, berbagai organ penting termasuk jantung akan melemah dan terganggu kerjanya.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bukti bahwa tekanan darah seseorang setelah mengisap shisha meningkat cukup tajam. Tekanan darah rata-rata naik dari 129/81 mmHg menjadi 144/90 mmHg.

Apabila kebiasaan ini diteruskan, Anda bisa mengalami tekanan darah tinggi kronis sehingga risiko penyakit jantung dan stroke meningkat.

3. Memicu masalah pada paru dan pernapasan

Para peneliti di New York membandingkan kesehatan pernapasan pada perokok shisha dengan mereka yang bukan perokok. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa orang-orang yang merokok shisha kerap mengalami masalah pada paru-parunya.

Batuk, dahak, tanda peradangan, dan penumpukan cairan di paru-paru menjadi masalah yang banyak menyerang para perokok shisha.

Dengan kata lain, shisha memicu masalah pada paru dan sistem pernapasan. Pasalnya sama seperti rokok, shisha juga mengeluarkan asap yang bahaya disertai dengan partikel abu halus di dalamnya.

4. Masalah pada janin

Bila asap shisha dihirup ibu hamil, anak yang dilahirkan berisiko tinggi memiliki penyakit pernapasan. Selain itu, bayi yang lahir dari ibu yang sering merokok shisha juga cenderung lahir dengan berat badan yang rendah.

Oleh karena itu, hindari menghirup shisha secara langsung atau dari orang lain agar janin tak terpapar racun berbahaya.

5. Meningkatkan risiko infeksi

Tak seperti rokok, shisha biasanya digunakan secara berbarengan bersama teman dalam satu corong. Oleh karena itu, shisha biasanya diisap secara bergantian dari satu mulut ke mulut lainnya.

Merokok dari corong yang sama bisa menyebabkan infeksi menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Pasalnya, sebagian bakteri atau virus tetap berada dalam corong jika tidak dibersihkan dengan benar.

Infeksi yang biasanya rentan menyebar yaitu:

  • Pilek
  • Flu
  • Sitomegalovirus
  • Sifilis
  • Hepatitis A
  • TBC
  • Herpes simpleks

Efek samping shisha ini bisa Anda dapatkan meski teman Anda mungkin terlihat sehat-sehat saja.

Apakah shisha herbal juga bahaya untuk kesehatan?

Shisha herbal memang tidak menggunakan tembakau. Shisha jenis ini biasanya menggunakan perisa buah atau bahan alami.

Akan tetapi tetap saja, asap pembakaran dan arang sebagai bahan bakarnya tetap menghasilkan zat beracun seperti karbon monoksida.  Meski sedikit, efek buruknya untuk kesehatan tetap ada dan tak bisa diabaikan.

Oleh sebab itu, mengingat efek samping shisha yang cukup banyak, akan jauh lebih baik jika Anda tidak mencobanya demi kesehatan yang lebih baik. Selain itu, menjauhlah dari lingkungan di mana asap shisha banyak mengepul.