Sakit kepala dan pusing itu tidak sama, inilah 3 perbedaannya

Hidup Sehat – Gangguan pada kepala yang sering sekali terjadi adalah pusing kepala dan sakit kepala. Kedua kondisi ini berbeda, tapi masih banyak orang yang masih keliru membedakan keduanya. Kekeliruan mengenai perbedaan sakit kepala dan kepala pusing itu bisa menyebabkan keracunan pengarahan diagnosis bagi dokter. Agar hal tersebut tidak terjadi, pelajari dahulu apa saja perbedaan sakit kepala dan pusing berikut ini.

Perbedaan kepala pusing dan sakit kepala

1. Sensasi yang muncul

Sakit kepala dan pusing memang sama – sama menyerang di daerah bagian kepala. Akan tetapi sensasi yang muncul pada kedua kondisi tersebut sangatlah berbeda. Seseorang yang merasa pusing akan merasakan sensasi seolah akan pingsan ataupun goyah, kepala akan terasa berat, badan lemas, dan penglihatan menjadi kabur. Bahkan kondisi ini bisa makin parah jika gejalanya menyebabkan seseorang merasa lingkungan disekitarnya bergerak atau berputar kliyengan.

Sementara seseorang yang mengalami sakit kepala, ada denyutan disekitar kepala, baik itu bagian kanan ataupun kiri. Rasa sakit meliputi perasaan yang nyeri seperti terpukul atau kepala terasa diikat dengan kencang.

2. Berdasarkan penyebabnya

Ada 2 jenis sakit kepala, yaitu sakit kepala sekunder dan sakit kepala primer. Sakit kepala utama adalah disebabkan oleh aktivitas berlebihan atau adanya masalah pada struktur kepala yang sensitive terhadap nyeri dan juga adanya perubahan aktivitas kimia pada otak. Sementara sakit kepala sekunder terjadi karena adanya penyakit lain yang merangsang rasa sakit kepala tersebut muncul.

Sakit kepala primer memiliki beberpa tipe, yaitu:

  • Tension headaches (sakit kepala nyeri seperti diikat tali yang ketat disekitar kepala)
  • Migrain (sakit kepala sebelah)
  • Cluster headaches (sakit kepala parah yang biasanya terletak disekitar satu area mata)

Kemudian untuk sakit kepala sekunder, beberapa penyakit dan kondisi yang mendasarinya, yaitu:

  • Glaukoma (kerusakan saraf mata)
  • Keracunan karbon monoksida
  • Penggumpalan darah
  • Tumor otak
  • Mabuk atau keracunan alcohol
  • Dehidrasi
  • Stroke
  • Serangan panik
  • Pendarahan di sekitar otak
  • Influenza (flu)
  • Penggunaan obat sakit kepala yang berlebihan (rebound headaches)
  • Kekurangan gizi

Sama seperti sakit kepala sekunder, pusing juga disebabkan oleh kondisi lain yang mendasarinya. Akan tetapi, pusing tidak memiliki perbedaan tipe seperti sakit kepala. Pusing bisa dirasakan pada seluruh bagian kepala, tidak cuma di beberapa bagian seperti sakit kepala.

Beberapa penyakit atau kondisi yang menyebabkan pusing yaitu:

  • Masalah telinga bagian dalam (vertigo)
  • Vestibular neuritis (infeksi saraf vestibular)
  • Penyakit meniere
  • Buruknya sirkulasi udara
  • Tekanan darah rendah
  • Anemia
  • Penyakit saraf seperti Parkinson dan multiple sclerosis
  • Hipertermia
  • Gangguan kecemasan
  • Kadar gula darah rendah

Dilansir dari medical news today, kondisi sakit kepala dan pusing ini bisa terjadi secara bersamaan. Kondisi ini biasanya terjadi pada migrain, kadar gula dalam darah rendah, dan cedera pada otak.

3. Pengobatan yang dilakukan

Penyakit yang menyebabkan pusing dan sakit kepala berbeda. Maka, penting bagi para pasien untuk memahami perbedaan antara sakit kepala dan pusing, agar pengobatan yang diberikan sesuai dan kondisi akan membaik nantinya.

Jika anda merasakan salah satu kondisi tersebut, maka jangan salah memberikan keluhan anda kepada dokter, karena jika rasa sakit yang anda rasakan di antara kedua kondisi tersebut salah, diagnosis dan pemberian obat yang digunakan mungkin tidak sesuai.