Borderline Personality Disorder (BPD), Sejenis Gangguan Kejiwaan yang dialami Artis Ariel Tatum

Hidup Sehat – Artis tanah air Ariel Tatum di umurnya yang masih belia mengaku pernah melakukan usaha untuk bunuh diri. Diakuinya Borderline Personality Disorder (BPD) yang diidapnya termasuk gangguan kesehatan mental yang serius yang dapat mempengaruhi emosi dan perilaku si penderita.

Borderline Personality Disorder disebut sebagai gangguan kepribadian ambang, menurut dr Andri, SpKJ seorang praktisi kesehatan jiwa. Kebanyakan kasus yang terjadi, untuk mengalihkan emosi yang dialami ke rasa sakit secara fisik dengan menyakiti diri sendiri.

Bagi penderita yang memiliki tipe dengan kepribadian “dependent” lebih cenderung rentan mengalaminya karena merasa bergantung pada orang lain sehingga apabila mengalami penolakan  maupun kebutuhan yang tidak terpenuhi dari orang lain maupun lingkungan akan membuatnya mudah merasa kecewa dan tersakiti.

Dr Andri juga menambahkan “ biasanya penderita akan mencoba mencari cara melepaskan rasa sakit hati tersebut dan pilihan yang akan diambil adalah dengan menyakiti diri sendiri seperti  menyayat pergelangan tangan dengan silet atau bahkan membenturkan kepala ke tembok.”

Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi bagi penderita rentan bisa mengalami Borderline Persona;ity Disorder (BPD) yaitu :

  1. Faktor Genetik

Menurut penelitian faktor genetik dalam keluarga menunjukkan bahwa BPD lebih kemungkinan diturunkan dan sangat berhubungan dengan gangguan mental yang ada di dalam silsilah keluarga lebih rentan  mengalami gangguan serupa  juga akan lebih besar.

  1. Faktor Abnormalitas otak

Terjadinya perubahan otak pada area tertentu serta senyawa tertentu di otak juga dianggap mempengaruhi pengaturan emosi seperti kemarahan dan perilaku impulsif serta kontrol emosi.

  1. Faktor Masa lalu

Pengalaman pada masa kecil yang buruk dan penuh tekanan bisa meningkatkan resiko mengalami BPD saat beranjak dewasa. Pengalaman buruk seperti masalah keluarga, kekerasan fisik, kekerasan seksual sangat mempengaruhi resiko BPD dapat terjadi.