Kenali Bahaya Infeksi Saluran Kemih (ISK) Saat Sedang Hamil

Hidup Sehat – Saat sedang hamil infeksi saluran kemih (ISK) memang lebih rentan mengalaminya. Infeksi saluran kemih adalah peradangan yang terjadi pada saluran kemih. Infeksi ini cukup berbahaya bagi janin apabila tidak diatasi segera mungkin.

Rahim terletak tepat di atas kandung kemih, oleh sebab itu ketika hamil akan terjadi perubahan pada saluran kemih. Seiring dengan bertambahnya usia janin, perubahan ukuran janin dapat menyebabkan pengosongan urine terhambat di dalam kandung kemih yang dapat mengakibatkan infeksi.

Menurut American Pregnancy Association, berikut gejala dari infeksi saluran kemih (ISK) yaitu :

  • Nyeri hingga ada sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Durasi buang air kecil menjadi semakin sering
  • Terdapat darah atau lendir di urine
  • Bagian bawah perut terasa sakit atau kram
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual
  • Sering terbangun untuk buang air kecil saat malam hari
  • Urine berwarna keruh dan berbau tajam
  • Akan terasa sakit dan bengkak di area kandung kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) yang tidak segera diatasi dapat memicu infeksi ginjal.  Pada saat masa kehamilan, kondisi ini sangat berbahaya karena dapat beresiko pada persalinan dan menyebabkan bayi lahir dengan berat yang rendah. Jadi segeralah melakukan penanganan langsung ke dokter agar ISK dapat diobati hingga tuntas dan tidak berpengaruh hingga ke janin.

ISK terjadi karena disebabkan oleh bakteri sehingga pengobatan harus menggunakan antibiotik. Pada umumnya, Dokter akan memberikan resep berupa jenis antibiotik yang aman dikonsumsi oleh ibu dan janin untuk dikonsumsi selama 3-7 hari.

Langkah mencegah ISK :

  • Dianjurkan mengonsumsi 6-8 gelas air setiap hari
  • Mengurangi konsumsi makanan olahan, jus buah dalam kemasan, kafein, alkohol serta minuman manis
  • Mengonsumsi vitamin yang cukup, guna untuk melawan bakteri
  • Tidak menunda apabila hendak buang air kecil
  • Bersih dan keringkan area genital apabila selesai buang air kecil
  • Pastikan membasuh genital dari arah depan ke belakang
  • Mengganti pakaian dalam setiap hari
  • Hindarai pemakaian pakaian dalam yang terlalu ketat
  • Tidak berendam di bathtub melebihi 30 menit atau dua kali sehari