Tanpa Disadari 6 Benda Disekitar Kita yang Lebih Kotor daripada Kloset

Hidup Sehat – Kloset selalu dianggap sebagai benda paling kotor di rumah. Kloset merupakan sarangnya kuman karena dianggap banyaknya virus hingga bakteri streptokokus yang menjadi penghuni di kloset.

Ketahuilah ternyata ada banyak benda di sekitar kita yang lebih kotor daripada kloset. Bahkan ada beberapa diantaranya adalah benda yang sering kita gunakan.

Dr. Lisa Ackerley seorang praktisi kesehatan dari laman kesehatan The Hygiene Doctor sudah melakukan penelitian mengenai kehigienisan talenan yang bisa di temukan di dapur. Hasil penelitiannya membuktikan talenan 200 kali lebih kotor dibanding dengan dudukan kloset. Pada talenan sering dijumpai bakteri seperti salmonela, escherichia coli, dan kompilobakter yang dapat menyebabkan keracunan makanan bahkan diare.

Remote

Remote TV di kamar memiliki bakteri yang lebih banyak sebanyak 8 kali dibanding dengan dudukan kloset. Hal ini tentunya disebabkan oleh pada umumnya tidak mencuci tangan sebelum memegang remote. Sementara jari tangan merupakan media yang sangat rentan bersarangnya kuman. Sehingga kuman di jari tangan akan berpindah menempel ke remote TV. Oleh sebabnya sangat dianjurkan agar rajin mencuci tangan selama 20-30detik dengan sabun dan air yang mengalir sebelum memegang benda lain.

Gadget

Di saat zaman globalisasi, digital sudah mendominasi sehingga manusia seakan tidak bisa lepas dari gadget seperti telepon seluler, tablet, laptop dan komputer. Universitas Arizona, AS melakukan studi bahwa berbagai gadget seperti telepon genggam, tombol pada keybord komputer dan laptop memiliki jumlah bakteri yang lebih  banyak sebanyak 10 kali dibanding dengan  dudukan kloset. Tidak lain seperti remote TV, manusia selalu mengabaikan mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang gadget sehingga memungkinkan kumat di jari tangan berpindah menempel ke gadget mereka.

Spons

Sebagai salah satu alat pembersih peralatan dapur, tentunya spons justru merupakan salah satu benda yang lebih kotor dibanding dengan dudukan kloset. Jurnal kesehatan dari Scientific Reports melakukan studi bahwa spons pencuci peralatan dapur mengandung tak kurang dari 363 spesies bakteri dengan jumlah total mencapai 45 milliar bakteri di setiap sentimeter kuadratnya. Pada spons yang basah disebut sebagai tempat berkembang biak yang paling ideal bagi bakteri. Namun untuk bisa menghindari hal ini, sangat diharapkan untuk selalu mengeringkan spons sehabis digunakan serta mengganti spons secara rutin selama 1 sampai 3 minggu sekali.

Sikat gigi

Menyikat gigi merupakan kegiatan yang wajib dilakukan. Namun saat menyikat gigi, bakteri mulut serta sisa makanan akan berpindah dari dalam mulut ke sikat gigi. Semakin lama sikat gigi yang dipakai, maka jumlah bakteri yang menumpuk akan semakin banyak pula dan tentunya hal tersebut sangat membahayakan rongga mulut. Universitas Arizona, AS merilis studi yang menyebutkan sikat gigi yang kotor mengandung bakteri yang dapat mengganggu keseimbangan serta kesehatan rongga mulut. Bakteri yang terdapat di sela sikat gigi dapat mencapai jumlah 10 juta. Sehingga Anda disarankan untuk mengganti sikat gigi minimal setiap 3 bulan sekali. Diharapkan untuk menyimpan sikat gigi dalam keadaan kering agar mencegah bakteri untuk berkembang biak dengan mudah.

Handuk

Komunitas Biologi Amerika Serikat  melakukan studi bahwa handuk yang lama tidak diganti mengandung banyak bakteri yang sama dengan yang terdapat pada dudukan kloset yang dapat menyebabkan diare dan penyakit kulit yaitu escherichia coli, enterococcus, dan stafilokokus. Jadi setelah penggunaan, handuk hendaknya dijemur agar kering.  Serta dianjurkan agar mengganti handuk minimal seminggu sekali dan jangan meminjamkan atau menggunakan handuk milik orang lain karena dapat memindahkan bakteri dari tubuh orang yang menempel di handuk.