Penyebab Bau Menyengat pada Feses

Hidup Sehat – Seperti yang kita ketahui, kotoran (feses) dari makhluk hidup memiliki aroma (bau). Pembuangan kotoran pada manusia biasanya terjadi antara satu atau dua hari sekali tentunya tergantung pada kondisi masing-masing individu.

Dalam beberapa kasus, kotoran (feses) yang dikeluarkan memiliki aroma yang sangat menyengat bahkan tercium bau yang tidak wajar. Tentunya hal ini biasanya disebabkan oleh makanan yang sebelumnya dikonsumsi.

Seorang dokter ahli pencernaan di New York, Amerika Serikat (AS) bernama Samatha Nazareth menyatakan “ Kotoran berbau disebabkan karena bakteri dan produk samping pencernaannya.”

Samatha Nazareth juga menjelaskan bahwa apabila ada perbedaan bau yang tercium pada kotoran (feses), biasanya itu disebabkan dari makanan ataupun minuman yang dikonsumsi sebelumnya. Namun bukan hanya itu saja, pada kasus yang tidak normal bisa juga disebabkan oleh hal lain yang bisa saja terjadi.

Perbedaan bau dari feses yang biasanya disertai dengan gejala tidak nyaman, seperti nyeri perut, kram, bahkan penurunan berat badan merupakan indikasi bahwa ada sesuatu yang tidak normal. Bahkan perubahan pada bentuk kotoran serta adanya darah yang keluar bersama saat pengeluaran tinja.

Berikut beberapa penyebab dari kotoran (feses) bisa berbau menyengat serta beberapa tips yang perlu dilakukan.

Konsumsi Makanan Kaya Sulfur

Jenis makanan yang mengandung sulfur seperti keju, daging, serta beberapa jenis sayuran seperti kembang kol dan brokoli memiliki tingkat cerna yang lebih sulit dibandingkan dengan makanan lainnya. Usus harus bekerja ekstra dan akan melepaskan lebih banyak gas selama proses pencernaan terjadi.

Yerat Patel, seorang dokter di bidang functional medicine di California menjelaskan “ selama proses pencernaan ini akan lebih banyak gas yang dilepaskan, sehingga kotoran (feses) semakin berbau menyengat.”

Bagi Anda yang sedang menjalani program diet untuk mempertimbangkan untuk mengurangi porsinya apabila hendak memasukkan makanan tinggi sulfur ke dalam menu dietnya. Di samping itu, perlu untuk menghindari menggabung jenis-jenis makanan yang kaya sulfur tersebut dalam piring yang sama.

Intoleransi Makanan

Apabila setelah mengonsumsi makanan tertentu, Anda menemukan kotoran (feses) yang berbau tidak wajar. Maka cobalah untuk mengevaluasikannya terlebih dahulu. Karena ada kemungkinan bahwa Anda memiliki intoleransi yang mendasari hal tersebut.

Samatha Nazareth juga mengatakan “Pada umumnya adalah laktosa, namun ada beberapa juga yang mengalami intoleransi terhadap fruktosa dan sejumlah jenis karbohidrat. Komponen gula dari bahan makanan tidak dapat dihancurkan oleh usus.”

Dalam tempo satu hingga dua pekan, periksa asupan makanan Anda serta perhatikan yang cenderung menyebabkan kotoran (feses) berbau. Apabila tidak yakin, mungkin melalui bantuan dokter bisa dilakukan evaluasi lebih lanjut.

Konsumsi Alkohol

Sulfat juga banyak terkandung di dalam alkohol. Jadi dengan mengonsumsinya dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan usus harus bekerja keras untuk dapat mengeluarkan kelebihan dari zat sulfur yang terdapat didalam alkohol dan membuanganya melalui tinja (feses).

Sangat dianjurkan untuk menghindari minum alkohol jenis apapun secara berlebihan serta mengonsumsi air mineral dalam jumlah yang banyak. Hal tersebut yang dapat membantu dalam memperoleh pencernaan yang lebih baik.

Junk Food

Segala makanan olahan yang siap saji, dan makanan yang mengandung banyak gula akan sulit dicerna oleh tubuh. Sehingga membutuhkan proses pencernaan dalam waktu yang lebih lama. Makanan yang lebih lama berada di dalam sistem pencernaan menyebabkan tubuh akan memproduksi lebih banyak gas.

Junk food dikenal sebagai makanan yang biasanya mengandung tinggi lemak sehingga tubuh tidak dapat memecah serta menyerap kelebihannya dengan benar. Di samping itu, makanan olahan juga diketahui banyak mengandung bahan kimia yang dapat memberikan efek pada pencernaan. Oleh sebab itu, sebaiknya kurangi asupan makanan yang tidak menyehatkan bagi tubuh ini dalam jumlah banyak.

Efek Samping Obat atau Suplemen

Efek dari obat ataupun suplemen yang dikonsumsi juga mempengaruhi kotoran (feses) yang berbau menyengat. Karena perlu diketahui beberapa obat dilapisi dengan zat-zat, seperti sorbitol, yang dapat berfermentasi di dalam usus Anda yang dapat menyebabkan pencernaan bekerja ekstra dan dapat menyebabkan keluarnya kotoran dengan bau yang tidak wajar. Disarankan untuk segera konsultasi hal tersebut dengan dokter sebelum Anda mengonsumsi obat atau suplemen apapun. Pastikan untuk menanyakan cara penanganan untuk menghindari gangguan pencernaan yang Anda alami.

Sembelit

Sembelit biasanya terjadi saat keadaan kotoran membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melalui usus besar sehingga menyebabkan terjadinya proses seperti fermentasi. Bagi sembelit yang situasional, seperti ketika Anda sedang berada dalam perjalanan, dianjurkan untuk mencoba meningkatkan asupan air putih serta mengonsumsi makanan yang mudah dicerna di dalam usus.

Pilihan Diet Tinggi Protein

Bagi Anda yang sedang menjalani diet tinggi protein maupun tinggi lemak, pilihan utama makanan yang akan dikonsumsi adalah daging dan keju. Dan itu dapat berakibatkan, aroma kotoran (feses) semakin menyengat dikarenakan tubuh tidak mendapatkan cukup serat yang dapat menyebabkan produksi gas menjadi lebih banyak.

Mengonsumsi daging berlemak tinggi juga dapat memberikan efek samping tubuh tidak dapat menangani kelebihan lemak dan bahkan dapat menyebabkan diare. Silakan untuk mencoba menambahkan makanan tinggi serat ke dalam menu diet seperti alpukat dan kacang-kacangan, serta meningkatkan asupan air putih.

Infeksi

Infeksi usus yang kerap terjadi biasanya berasal dari virus, bakteri, maupun parasit dan dapat menyebabkan saluran pencernaan meradang. Ketahui gejala infeksi usus berupa nyeri perut, muntah, serta kotoran (feses) yang berbau menyengat. Apabila mengalami gejala demikian maka segera periksakan ke dokter, agar dapat mengetahui jenis infeksi yang mungkin terjadi pada Anda.

Kesehatan Usus

Malabsirpsi merupakan istilah medis bagi yang menjadi dasar dari masalah kotoran Anda. Kondisi di mana tubuh tidak dapat menyerap nutrisi tertentu dengan baik seperti karbohidrat, protein, dan lemak yang dapat menyebabkan nutrisi yang tidak dapat dicerna mengeluarkan bau yang sangat busuk.

Dari gejala-gejala yang ditunjukkan dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti penyakit celiac, pankreastitis, penyakit Crohn, atau gangguan radang usus sehingga memerlukan penanganan dari dokter.