Stress Berpengaruh Pada Kondisi Ibu Hamil

Hidup Sehat – Ketika ibu hamil akan banyak mengalami perubahan. Bagi ibu hamil akan mengalami peningkatan kadar stres sebagai salah satu kondisi yang kerap dialami. Kondisi stress dalam jangka waktu yang berkepanjangan akan menimbulkan perasaan tidak nyaman yang dapat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan ibu hamil.

Berikut faktor yang dapat disebabkan oleh stress pada ibu hamil.

Peningkatan kadar kortisol

Peningkatan kadar kortisol adalah hal yang kerap terjadi saat seseorang mengalami stress. Diketahui bahwa kadar kortisol dapat memberi pengaruh pada kadar produksi progesteron di dalam tubuh. Sedangkan yang perlu diketahui, progesteron dapat memberi pengaruh pada pertumbuhan uterus. Kondisi ini dapat memungkinkan bagi ibu hamil mengalami beberapa konsekuensi seperti kelahiran prematur atau pada bayi yang dilahirkan dengan berat badan yang rendah.

Nafsu makan

Hal dasar yang sangat dibutuhkan bagi ibu hamil adalah asupan nutrisi yang lengkap dan pola makan yang baik. Namun ibu hamil yang stress dapat mempengaruhi tubuh secara fisik maupun emosional yang rentan berdampak pada perubahan nafsu makan. Bagi ibu hamil sangat membutuhkan asupan nutrisi dan makanan yang baik agar dapat mencegah ibu hamil memiliki berat badan di bawah normal serta menurunkan resiko pertumbuhan janin yang terhambat (IGR).

Pembuluh darah

Epinerfin dan norepinerfin yang dihasilkan dari hormone stress dapat menyebabkan pembulih darah mengalami penyempitan (kontriksi). Penyempitan (kontriksi) pada pembuluh darah berpotensi meningkatkan resiko IGR karena disebabkan janin di dalam kandungan tidak dapat menyerap nutrisi yang cukup.

Sistem imun

Bagi ibu hamil, kondisi tersebut dapat menyebabkan system imun mengalami penurunan. Apabila ibu hamil mengalami stress yang berkepanjangan akan menyebabkan system imunnya semakin mengalami penurunan.

Jumlah sel-sel darah yang berperan dalam melawan infeksi bakteri dan virus mengalami penurunan dapat disebabkan dari stress yang terjadi dalam kurun waktu yang lama atau karena stress kronis. Sehingga hal tersebut menyebabkan ancaman penyakit lebih rentan menyerang ibu hamil. Apabila selama kehamilan pada trimester pertama kondisi seperti ini terjadi atau terjadi dalam kurun waktu yang lama maka kemungkinan akan meningkatkan resiko bayi lahir dalam keadaan meninggal.

Mengelola stress saat hamil

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh ibu hamil untuk menghindari efek dari stress yaitu dengan mengelola stress. Cara yang dapat dilakukan untuk mengelola stress adalah dengan meluangkan waktu untuk istirahat, memprioritaskan kebutuhan diri, tidur yang cukup, makan yang teratur, serta mencukupi kebutuhan air (hidrasi).

Beberapa cara lainnya adalah dengan mencari teknik-teknik yang dapat membantu merelaksasikan, berbicara dengan orang lain mengenai ketakutan atau kekhawatiran agar ibu hamil tidak terbabi sendiri, mempersiapkan segala hal untuk menyambut kelahiran bayi, dan dapat juga melakukan latihan fisik yang ringan demi menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Ibu hamil juga bisa mengelola stress dengan cara mengelola financial dengan baik.