Faktor yang Menyebabkan Lansia Mengalami Ketidakcukupan Gizi

Hidup Sehat – Di Indonesia terus mengalami peningkatan jumlah penduduk yang berusia lanjut (60tahun ke atas). Badan Pusat Statistik memprediksikan di tahun 2035, jumlah penduduk yang berusia lanjut usia akan mencapat 48 juta jiwa atau 15 persen dari total penduduk di Indonesia.

Penduduk lanjut usia (lansia) dalam jumlah yang tinggi juga dapat membawa dampak positif, jika lansia tersebut tetap dalam kondisi yang sehat, aktif, dan produktif. Akan tetapi penduduk lansia yang bermasalah dengan penurunan kesehatan akan mengakibatkan peningkatan biaya kesehatan, serta menciptakan lingkungan yang tidak ramah terhadap lansia.

Dokter spesialis geriatric, Dr dr Purwita Wjaya Laksmi, Sp. PD-KGer memberikan penjelasan bahwa di Indonesia masih banyak terdapat lansia yang mengalami malnutrisi atau kurangnya gizi. Meskipun seperti yang kita ketahui pentingnya asupan gizi yang seimbang guna membantu para lansia tetap sehat.

Dr Purwita juga menambahkan dengan seiring bertambahnya usia dari lansia akan terjadi penurunan fungsi organ tubuh serta perubahana metabolisme yang menyebabkan para lansia menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan kehilangan massa otot.

Gizi yang tidak tercukupi atau malnutrisi dapat menyebabkan terjadinya penurunan berat badan, kelelahan, tidak berenergi, kehilangan massa dan kekuatan otot, daya ingat melemah, kerentaan, rentan sakit dan akan membutuhkan waktu yang lama untuk penyembuhan.

Dalam acara Nestle BOOST Optimum yang diselenggarakan di Jakarta, dr Purwita juga menjelaskan “ Kondisi ini dapat mengganggu para lansia dalam menjalani akitvitas harian.”

Kekurangan gizi atau malnutrisi yang biasanya terjadi pada lansia juga disebabkan oleh beberapa faktor.

  1. Faktor medis

Faktor medis yang dimaksudkan adalah para lansia yang memiliki riwayat penyakit. Misalnya harus mengurangi makanan tertentu atau lansia yang sedang dalam keadaan sakit sehingga nafsu makan mengalami penurunan.

  1. Faktor fisik

Lansia terus mengalami penambahan usia maka akan semakin kehilangan kemampuan indera penciuman, pengecap, gigi gerigi tanggal, gusi menciut, dan lain sebagainya.

Dr Purwita menjelaskan bahwa seseorang akan tertarik untuk makan karena memiliki penciuman akan bau makanan. Kemudian, baru timbul keinginan untuk merasakan makanan tersebut. Jadi apabila kehilangan kemampuan indera penciuman dan pengecap tadi, otomatis akan mengurangi nafsu makan.

  1. Efek samping obat

Efek samping dari obat yang dikonsumsi juga dapat menyebabkan penurunan nafsu makan.

  1. Faktor sosial

Faktor sosial yang dimaksudkan seperti rasa kesepian maupun faktor depresi pada lansia juga dapat menjadi salah satu sebab malnutrisi tersebut.

Oleh sebab itu, keluarga memiliki peran yang penting dalam membantu para lansia menjaga keseimbangan kondisi mental, fisik, serta sosial.

Dr Purwita menambahkan “ Selain turut mengambil peran dengan melibatkan diri dalam memonitor asupan gizi harian para lansia, seharusnya keluarga juga perlu menyemangati lansia untuk terus menghidupkan mimpi-mimpi mereka yang tertunda, salah satunya dengan mencoba aktivitas baru seperti menekuni hobi mereka secara rutin.”