Mengatasi Susah BAB Saat Traveling Dengan 4 Cara Ampuh ini

Hidup Sehat – Untuk mengisi hari libur ataupun cuti kerja dengan berpergian memang jadi salah satu cara untuk melepas stress. Sayangnya, kegiatan ini sering kali menyebabkan susah BAB ataupun sembelit. Bila tidak diatasi, maka kondisi ini bisa merusak suasana hati karena gejalanya yang mengganggu. Akan tetapi anda jangan cemas, mari simak berikut ini.

Mengapa traveling sering menyebabkan susah BAB?

Rata – rata jadwal BAB yang normal adalah 3 kali dalam seminggu, akan tetapi beberapa orang ada yang lebih dari itu. Bila anda merasa rutinitas buang air besar berkurang dari biasanya, ini bisa saja menjadi tanda bahwa anda sedang mengalami sembelit. Biasanya, kondisi seperti ini diiringi dengan gejala yang tidak menyenangkan, seperti perut terasa penuh, sakit perut, dan perlu usaha keras untuk mengeluarkan feses dari tubuh. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, salah satunya saat melakukan traveling.

Tidak sedikit orang yang mengalami kondisi ini saat berpergian jauh. Kondisi ini sebenarnya disebabkan oleh berubahnya rutinitas harian anda sat melakukan traveling, seperti pola makan jadi tidak teratur dan kurangnya makan makanan yang berserat. Belum lagi anda lupa akan minum karena sedang asyiknya traveling. Tentu saja hal ini akan semakin membuat anda menjadi susah BAB.
mungkin saat anda ketika ada rasa ingin buang air, anda malah menahan karena tidak nyaman jika harus BAB di tengah – tengah perjalanan. Dan pada akhirnya andapun mengalami gejala sembelit. Tidak hanya itu saja, stress karena harus mempersiapkan segala sesuatunya yang dibutuhkan selama traveling juga dapat membuat anda semakin susah BAB.

Cara mengatasi susah BAB saat melakukan traveling

Cara untuk mengatasi sembelit saat berpergian, sebenarnya tidak berbeda dengan cara yang pada umumnya dilakukan. Hanya saja, anda perlu menyesuaikan dengan situasi anda yang sedang menempuh perjalanan. Hari bahas satu persatu cara ampuh terbebas dari susah buang BAB saat traveling berikut ini.

1. Makan makanan berserat

Kekurangan serat jadi penyebab umum susah buang air besar. Jadi, selama perjalanan pastikan anda meningkatkan asupan makanan yang tinggi akan serat, contohnya apel, pisang, melon, papaya, kacang – kacangan, dan sayuran. Anda bisa menyiapkan makanan ini sebagai bekal sebelum berpergian ataupun membelinya.

Makanan yang berserat dapat melunakkan tekstur feses sehingga mudah dikeluarkan. Selain itu, serat juga menambah jumlah fases sehingga lebih cepat melewati usus untuk dikeluarkan. Cara mengatasi susah BAB saat traveling ini sangat direkomendasikan karena mudah untuk anda lakukan.

2. Minum obat pencahar

Cara mengatasi susah BAB saat traveling selanjutnya adalah minum obat pencahar. Anda bisa menggunakan obat pencahar tablet yang praktis dan mudah dibawa ke mana-mana.

Minum obat ini membantu melunakkan feses dan mengaktifkan usus untuk bergerak aktif sehingga mempermudah Anda untuk mengeluarkan feses. Pastikan Anda selalu baca aturan pakai dan minum obat sesuai dosis yang dianjurkan. Jadi, jangan lupa untuk selalu menyediakan obat ini dalam daftar obat-obatan yang Anda bawa saat bepergian.

3. Banyak minum air

Supaya lebih cepat mengatasi BAB saat melakukan traveling, cara yang bisa dilakukan selanjutnya adalah minum air putih yang banyak. Memang, kebanyakan orang cenderung menahan diri untuk tidak minum air terlalu banyak. Padahal, kebiasaan tersebut justru semakin mempersulit untuk BAB. Jadi, sebaiknya tetap minum yang banyak, karena cairan bisa membantu anda untuk melunakkan fases sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

Selain itu, minum air juga dapat mencegah anda dari dehidrasi ringan yang ternyata memperparah sembelit. Selain air putih, anda juga bisa minum jus buah ataupun makan sup agar cairan tubuh meningkat.

4. Lakukan peregangan

Cara mengatasi susah BAB saat traveling selanjutnya adalah olahraga. Sayangnya, keterbatasan ruang gerak tidak memungkinkan Anda untuk melakukan aktivitas ini selama di perjalanan. Namun, sebagai penggantinya lebih baik Anda tetap melakukan beragam peregangan.

Misalnya saja, gerakan peregangan yang paling praktis dan mudah dilakukan seperti forward lunges. Caranya, posisikan satu kaki maju ke depan, turunkan pinggul Anda hingga kaki belakang hampir menyentuh lantai. Tahan selama 5 detik dan lakukan pengulangan sebanyak 5 kali untuk tiap kaki.

Semakin sering dan banyak peregangan yang dilakukan, ternyata dapat merangsang pergerakan usus. Hal ini akan memungkinkan feses terdorong dengan cepat, mudah dikeluarkan, dan membuat perut Anda lega. Atau anda juga bisa melakukan oleh raga yang mudah disela – sela jadwal jalan – jalan. Contohnya berjalan santai ataupun jogging pada pagi hari disekitar tempat anda menginap.