Mari Kenali Pemicu Migrain

Hidup Sehat – Migrain merupakan sejenis sakit kepala yang sering dirasakan para penderitanya, Namun, banyak orang yang masih tidak menyadari akan arti sebenarnya dari migrain tersebut.

Seperti yang dilansir melalui Prevention, bahwa adanya banyak orang yang ternyata tidak terdiagnosis atau salah mendiagnosis mengenai migrain. Dilaporkan bahwa selama ini migrain mempengaruhi lebih dari 36 juta orang di Amerika Serikat (AS) dan yang memiliki resiko lebih tinggi mengalami migrain adalah perempuan dan orang-orang yang berusia di antara usia 30 hingga 40 tahun.

Migrain memiliki sifat yang episodik, namun migrain ini juga akan dianggap kronis apabila berlangsung selama 15 hari atau lebih dalam kurun waktu satu bulan, bahkan jika terjadi lebih dari tiga bulan. Direktur University of Michigan’s Headache and Neuripathic Pain Clinic di Ann Arbor, Wade Cooper mengatakan bahwa migrain merupakan refleks neurologis.

Wade Cooper mengatakan “ Saat migrain terjadi, selaput otak mendapatkan sinyal inflamasi yang mengiritasi saraf yang sakit dan kemudian mengirim signal jauh ke dalam otak, selanjutnya otak akan mengaktifkan kaskade hipersensitif terhadap cahaya, suara, dan bau. Apapun yang mengganggu system saraf dapat mengaktifkan refleks itu.”

Ahli saraf di Sandra and Malcolm Berman Brain & Spine Institute di LifeBridge Health, Baltimorem Maryland, Santiago Mazuera Mejia mengungkapkan semakin cepat mengetahui migrain terjadi, maka semakin baik pula perawatan yang dapat dilakukan. Dengan demikian, semakin meningkatkan frekuensi sakit kepala ini dapat dicegah.

Meskipun hingga kini, belum ada sebab pasti yang ditujukan sebagai faktor utama migrain. Akan tetapi, melalui riset disebutkan bahwa beberapa faktor yang dapat memicu migrain adalah konsumsi makanan atau minuman tertentu, misalnya keju, daging asap, kafein, aspartam, dan MSG.

Berbagai faktor pemicu yang dapat menyebabkan migrain seperti jenis cahaya tertentu yang terlihat, jenis bau tertentu seperti parfum, serta perubahan suhu setidaknya 10 derajat atau perubahan tekanan barometrik.

Migrain juga dapat terjadi apabila tidak makan atau mengalami dehidrasi. Di samping itu, penyebab lainnya ialah infeksi dan perubahan hormone, seperti yang terjadi pada perempuan selama siklus menstruasi. Serta migrain juga kerap menyerang saat seseorang terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur.

Diketahui beberapa kondisi kesehatan yang kerap terjadi seperti depresi, kecemasan, fibromyalgia, trauma, serta penyakit Celiac, bahkan sindrom iritasi usus besar juga dikaitkan sebagai pemicu migrain ini.

Bagi yang memiliki riwayat migrain juga memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami stroke ataupun serangan jantung. Sehingga bagi penderita migrain sangat dianjurkan untuk mengawasi kesehatan kardiovaskular, makan makanan yang sehat, dan berolahraga secara teratur.