Mengetahui Gejala Osteoporosis dan Cara Mencegahnya

Hidup Sehat – Osteoporosis merupakan keadaan dimana tulang mengalami kerapuhan dan beresiko  besar mengalami patah tulang. Dan untuk peyakit ini kerap muncul dengan tidak diketahui gejala yang jelasnya. Maka kebayakan orang tidak tahu bahwa kondisi tulangnya melemah sampai adanya kejadian orang tersebut mematahkan tulangnya sendiri.

Seseorang yang menderita osteoporosis akan menjadi tidak berdaya secara fisik, tidak dapat mandiri, dan akan sering mengalami kesakitan. Bahkan seorang penderita osteoporosis akan menjadi sukar dalam melakukan aktifitasnya sehari-hari tanpa bantuan orang lain. Maka patah tulang yang diakibatkan penyakit osteoporosis ini akan mengubah kehidupan seseorang.

Apakah osteoporosis hanya akan terkena pada orang-orang yang lanjut usia? Bisa jadi. Namun belakangan fakta membuktikan bahwa penyakit ini tidak mengenal usia maupun jender. Orang yang berusia di bawah 20 tahun juga dapat terkena osteoporosis. Walaupun penderita osteoporosis paling banyak adalah wanita menopause, 1 dari 3 wanita di atas umur 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi yaitu sekitar 40 persen untuk patah tulang. Maka jika seseorang merasakan sakit saat menyapu, mengangkat tong sampah, membungkuk, sakit ketika duduk di mobil yang sedang melaju, atau bahkan ketika batuk. Bisa jadi itu merupakan gejala osteoporosis.

Badan Kesehatan Dunia WHO telah menetapkan tanggal 20 Oktober sebagai Hari Osteoporosis Sedunia. Data dari WHO tahun 2010 telah menunjukkan terdapat sekitar 200 juta penderita osteoporosis di seluruh dunia.

Dan diIndonesia sendiri prevalensi osteoporosis mencapai 42,75 persen berdasar data Risiko Osteoporosis tahun 2006. Itu berarti 2 dari 5 penduduk Indonesia berisiko terkena osteoporosis. Rasio itu bahkan lebih tinggi dari rasio dari  WHO yaitu 1 dari 3 penduduk dunia. Di Amerika Serikat terjadi 1,5 juta kasus patah tulang (fraktur) setiap tahun karena osteoporosis. Di Australia terdapat 2 juta penderita osteoporosis, 70 persen di antaranya semua adalah wanita.

Jumlah tersebut akan terus bertambah baik di Indonesia maupun dunia. Yang dikarena gaya hidup yang tak berpindah-pindah yaitu gaya hidup serba duduk dan diet yang minim asupan kalsium. Kondisi ini akan diperparah karena kebiasaan orang-orang yang bekerja di ruangan tertutup dengan menggunakan AC sehingga kurang terpapar sinar matahari yang membentuk vitamin D. Suka atau tidak suka, tulang manusia akan keropos dan WHO telah menyatakan osteoporosis sebagai ancaman nyata untuk kesehatan dunia.

Yang perlu diketahui saat umur muda pembentukan tulang akan lebih besar dari pembuangan tulang. Puncak pembentukan tulang terjadi pada umur 30-an. Pada wanita setelah mengalami menopause kadar estrogennya akan mengalami penurunan dan wanita juga bakal kehilangan kalsium secara drastis. Merosotnya kemampuan terbentuknya  tulang seiring dengan bertambahnya umur pada orang dewasa dapat diperbandingkan seperti berikut: seluruh struktur tulang anak yang sedang tumbuh kembang terbentuk dalam waktu 1-2 tahun, sedang dalam proses yang sama memakan waktu 10-12 tahun pada orang dewasa.

Yang harus anda tahu tulang tidak dapat padat lagi seperti pada masa puncaknya yaitu (30 tahun) namun paling tidak tulang bisa diperkuat sehingga tidak gampang muncul patah tulang. Maka cegahlah osteoporosis dari saat sekarang karena tidak ada kata telambat untuk kita memulai mencegahnya. Dan berikut dibawah  ini beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk terjadinya osteoporosis.

1 Gaya Hidup Sehat

Dengan gaya hidup sehat bisa untuk memperlambat terjadinya keropos tulang dan merupakan landasan tulang sehat seperti Batasi kopi yaitu dengan minum jangan lebih dari 3 cangkir per hari, cukupi makanan dengan asupan kalsium. Stop merokok karena rokok akan mempercepat keropos tulang. Waspada makanan pembentuk asam seperti gula, makanan tinggi lemak, makanan olahan, daging merah bisa menghilangkan kalsium dan meningkatkan keropos tulang. Dan dengan mengkonsumsi Kedelai dapat mengurangi risiko patah tulang dan baik untuk mempertahankan kepadatan tulang. Makanan kaya kalsium yang dapat anda  konsumsi seperti tulang ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau bagus karena mengandung kalsium organik.

2 Mengkonsumsi Obat-Obatan

Konsumsilah obat-obatan yang diperlukan jika anda sudah menyadari gejala osteoporosis dengan petunjuk cara meminum yang sesuai dianjurkan dokter.

3 Olahraga

Olahraga yang dianjurkan untuk mencegah osteoporosis adalah jalan kaki,  olahraga dengan beban, juga senam osteoporosis. Bersepeda dan berenang kurang baik karena low impact.

4 Suplemen

boron, magnesium, dan Vitamin D

Untuk mencegah osteoporosis Carilah suplemen yang mengandung magnesium, boron dan vitamin D. karena Vitamin D dapat menguatkan tulang. Boron dan magnesium memiliki fungsi membuat vitamin D bekerja lebih efektif.

Vitamin D

Vitamin D bisa didapatkan dari menjemur di matahari untuk waktu yang terbaik adalah sebelum jam 9 pagi, atau sesudah jam 3 sore yang dapat dilakukan selama 15 menit. Vitamin ini juga dapat diperoleh dari kuning telur, ikan sarden, ikan tuna dan suplemen. Vitamin D ini sendiri sangat membantu dalam penyerapan kalsium.

 

Saat berjemur dihadapkan bagian depan tubuh ke matahari karena bagian depan tubuh lebih sensitif ketimbang bagian belakang. Gunakan baju lengan pendek supaya penyerapan sinar matahari lebih maksimal demikian saran salah seorang pakar.

Kalsium

Jumlah kalsium yang diperlukan agar tulang sehat berbeda-beda seiring dengan perubahan umur. Remaja dan anak-anak memerlukan kalsium yang paling banyak untuk masa pertumbuhan.  Lansia, orang yang berisiko tinggi terkena osteoporosis, dan wanita paska menopause membutuhkan 1500 mg kalsium per hari. Untuk wanita sebelum menopause memerlukan asupan 1000 mg kalsium per hari.

“Susu sukar untuk dijadikan sumber utama kalsium. Dari 2 gelas susu paling dihasilkan 400 mg kalsiumbegitu juga dengan makanan maka butuh suplemen guna memenuhi keperluan yang 1.100 mg” jelas seorang pakar osteoporosis.

Itulah beberapa tips agar tulang sehat dan terhindar dari osteoporosis. Yang perlu di ingat tidak ada kata terlambat untuk memperoleh tulang yang kuat. Anak-anak dan remaja pun sebaiknya menabung dengan cara gaya hidup sehat untuk tulang yang sehat dan kuat nantinya. Bukan saja orang tua atau mereka yang berisiko osteoporosis.