Berikut Cara Mengatasi 5 Masalah Kesehatan Pada Mata

Hidup Sehat – Dr Gitalisa Andayani SpM(K), seorang dokter spesialis mata menjelaskan bahwa penyebab dari penyakit mata yang bermacam-macam. Berikut 5 cara mengatasi masalah mata yang kerap terjadi pada masyarakat Indonesia, yaitu :

Miopi

Bagi penderita miopi, mereka tidak mampu melihat dengan jelas objek pada jarak jauh. Namun pada jarak dekat, mereka masih bisa melihat dengan jelas. Sehingga kelainan daya akomodasi mata ini dikenal dengan sebutan rabun jauh.

Penderita miopi memiliki bola mata yang terlalu panjang atau memiliki kornea yang melengkung terlalu curam. Sehingga, fokus tidak terletak di dalam retina. Kondisi ini terjadi akibat cahaya masuk di setiap bagian mata dan fokus berada di depan retina. Kondisi tersebut yang membuat benda pada posisi jauh terlihat menjadi buram. Cara mengatasinya, para penderita miopi memerlukan bantuan dengan menggunakan kacamata minus.

Hipermetropi

Hipermetropi adalah kelainan pada mata yang merupakan kebalikan dari miopi. Bagi penderita hipermetropi, mereka dapat melihat objek dengan jelas pada jarak jauh, namun pada jarak yang dekat malah terlihat buram.

Penderita hipermetropi memiliki bola mata yang terlalu pendek atau memiliki kornea yang tidak normal. Kondisi ini terjadi dimana cahaya yang masuk ke mata tidak fokus pada retina, namun meleset ke belakangnya. Cara mengatasinya, para penderita hipermetropi memerlukan bantuan dengan menggunakan kacamata plus.

Silinder

Bagi penderita silinder memiliki kelainan mata yang menyebabkan penglihatan kabur dan berbayang.Kondisi ini terjadi karena bentuk kornea atau lensa mata memiliki cembung yang tidak sempurna. Cara mengatasinya, para penderita memerlukan bantuan dengan menggunakan kacamata silindris yang mampu mempertajam penglihatan.

Katarak

Para penderita kelainan mata ini kebanyakkan merupakan orang yang berusia lanjut. Karena katarak umumnya menyerang orang yang sudah memiliki usia lanjut. Kondisi yang terjadi dimana kekeruhan pada lensa mata ini masih menempati posisi terbesar penyebab kebutaan terbesar di Indonesia yang angkanya mencapai 78 persen.

Di samping disebabkan oleh faktor usia, katarak ini juga mempunyai kemungkinan disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet. Bagi penderita penyakit diabetes dan hipertensi juga rentan akan munculnya katarak. Cara mengatasinya, para penderita dianjurkan untuk menjalani operasi katarak, karena lensa tidak akan bisa cerah kembali meskipun dibantu dengan elektromagnet sekalipun.

Glaukoma

Kelainan mata glaucoma menempati posisi kedua penyebab kebutaan terbesar di Indonesia. Glaukoma berbeda dengan katarak karena kelainan mata ini dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Kelainan mata glaucoma ini terjadi akibat kerusakan saraf mata sehingga mengganggu jarak pandang. Para penderitanya akan megalami peningkatan tekanan bola mata karena adanya hambatan pada pengeluaran cairan di bola mata. Selain itu, glaucoma juga bisa disebabkan oleh gangguan suplai darah ke saraf mata serta adanya kelemahan saraf mata.

“Glaukoma merupakan penurunan fungsi mata yang lambat laun tidak bisa diperbaiki. Sudah seharusnya kelainan penyakit mata ini ditangani sesuai dengan kondisi dan penyebabnya,” jelas Alexander F Kurniawan selaku chairman Optik Tunggal.

“Apapun yang sudah rusak, tidak bisa diperbaiki. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi kerusakan lanjutan. Apabila telat mengambil tindakan maka akan merugikan penderita tersebut,” ungkap Alexander F Kurniawan.

Di samping itu, dr Gitalisa Andayani mengatakan bahwa Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) telah mengeluarkan surat penyataan yang berisi himbauan kepada seluruh masyarakat supaya lebih jeli. Apabila menghadapi masalah pada mata, segeralah melakukan konsultasi dengan medis professional yang berkompeten agar dapat mengetahui diagnosis tahap selanjutnya untuk mengatasinya.

Dr Gitalisa mengungkapkan ‘ jika tidak kompeten yang ditakutkan malah salah.”

Pada penderita glaucoma memiliki tekanan bola mata yang tinggi, sehingga untuk cara mengatasinya, mereka memerlukan obat mata yang khusus.

Dr GItalisa Andayani juga memberikan nasehat “ jangan terlambat mengambil langkah pengobatan karena jika mata keburu mengalami gangguan. Hal ini menyebabkan penglihatan mengalami penurunan bahkan kebutaan menjadi resiko terparah yang akan terjadi.”