Ketahui Beda Diet Rendah Kalori dan Diet Kato

Hidup Sehat – Setiap individu terutama wanita pasti medambakan memiliki berat badan yang ideal. Berat badan yang berlebihan memiliki resiko yang lebih besar berbagai penyakit untuk singgah menyerang tubuh.

Kini semakin banyak metode diet yang dikembangkan guna membantu seseorang memiliki berat badan yang ideal atau bisa juga untuk mengatur kadar lemak yang ada di dalam tubuh. Metode diet yang tengah populer diminati masayarakat adalah diet Keto.

Sebenarnya Diet Keto tidak terlalu berbeda dengan diet karbohidrat yang sudah dikenal terlebih dahulu. Apabila pada umumnya, sumber energy tubuh berasal dari karbohidrat yang mengandung glukosa. Pada diet keto memanfaatkan lemak sebagai sumber energi tubuh.

Seorang ahli diet terdaftar bernama Brigitte Zeitlin, sekaligus pemilik BZ Nutrition di New York City mengungkapkan bahwa, Diet Keto disebaut sebagai metode diet yang lebih ketat jika dibandingkan dengan diet karbohidrat. Dijelaskan pula jika tidak semua rendah karbohidrat adalah diet Keto naun bisa di  pastikan Diet Keto termasuk dalam diet rendah karbohidrat.

Metode Diet Keto diketahui memiliki struktur yang cukup ketat. Metode diet ini mengonsumsi 70 persen kalori lemak, 20 persen protein dan 10 persen karbohidrat sebagai menu hariannya.

Melalui laman Womenshealthmag, Zeitlin mengatakan “ Beberapa orang bahkan mengonsumsi melebihi hingga 70 persen lemak, 25 persen protein, dan 5 persen karbohidrat.”

Sedangkan pada diet rendah kalori bergantung pada pandangan masing-masing yang menjalankannya. Ahli diet, Zeitlin mengatakan, kebanyakan orang bisa saja memberi batasan dalam mengonsumsi berbagai jenis gandum atau gula. Akan tetapi bagi sebagian orang beranggapan bahwa diet rendah kalori hanya dengan memakan sepotong buah saja.

Zeitlin menjelaskan, apabila hendak menurunkan berat badan lebih baik jika  menggunakan diet rendah kalori tanpa harus membuat tubuh masuk ke dalam format ketosis. Bagi yang hendak menurunkan berat badan atau sekedar mempertahankan bentuk tubuh lebih baik dilakukan dengan mengurangi makanan dengan kandungan gula dan pati yang tinggi.

“ Biasanya, diet rendah karbohidrat berfokus pada protein dan sayuran non-tepung , membatasi gandum, buah-buahan, roti, permen, dan sayuran bertepung seperti kacang-kacangan, kentang, dan kacang polong,” ungkapnya.