Tanaman Semak Daruju Yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

Hidup Sehat – Tumbuhan daruju memang masih terdengar asing di telinga kita. Namun tumbuhan daruju ternyata sangat terkenal di dunia pengobatan herbal.

Daruju atau yang memiliki nama lain deruju, atau jeruju atau holly mangrove dalam bahasa Inggris, merupakan  jenis  tanaman semak, yang memiliki bentuk yang unik pada bagian daun. tumbuhan Daruju tumbuh banyak tumbuh liar di daerah pantai, di tepi sungai, atau di tempat-tempat lain yang tanahnya yang berlumpur dan berair payau.

Tanaman daruju ini sangat mudah sekali menandainya Bagian pinggir daunnya bergerigi besar dengan ujung yang lancip dan tajam pada tiap ujungnya. Warna daunnya hijau mengkilat sedikit kekuning-kuningan. Warna daun dan bunganya sangat menarik yaitu dengan warna ungu agak kebiruan.

Dibalik semua itu tumbuhan semak ini ternayata memiliki kontribusi yang sangat banyak sekali di dunia kesehatan. Karena dari penelitian yang  dilakukan tanaman daruju ini mengandung flavonoid dan asam amino. Dalam pengobatan Tiongkok, tanaman ini dikatakan dapat bersifat sebagai antiradang, ekspektoran, antineoplastik, dan pembersih darah.

Tumbuhan daruju, juga bisa dimanfaatkan menjadi berbagai macam olahan  aneka panganan seperti teh dan juga kerupuk. Teh daruju merupakan minuman herbal tradisional dan sudah dikenal sejak dulu dalam kehidupan masyarakat Melayu. Hutan mangrove yang berada di pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) memiliki potensi istimewa dengan menawarkan sensasi untuk anda yang ingin menikmati teh daruju atau teh ilicifolius.

Dan telah dilakukan pengujian akan kandungan dari tanaman daruju dan untuk Hasil penelitian menunjukkan daun daruju memiliki sifat antikanker. Walaupun demikian masih diperlu adanya penelitian lanjutan yang bersifat komprehensif. Untuk dapat memastikan bagian tanaman daruju ini untuk di jadikan sebagai obat anti kanker.

Kandungan kimia yang terdapat pada tanaman daruju, seperti yang kami kutip dari beberapa sumber yang dapat dipercaya adalah saponin, flavonoida, dan polifenol, yang banyak terdapat pada daun, akar, dan biji daruju.

Daun daruju mengandung senyawa verbaskosida dan asam fenolat.  Pengolahan daun daruju menjadi teh merupakan produk yang memiliki nilai fungsional dan ekonomis yang tinggi. Daun daruju dapat diproses menjadi teh hijau dan juga teh hitam. Teh daruju sendiri berkhasiat dalam mengobati berbagai penyakit seperti demam, sakit perut, cacingan, bisul, alergi pada kulit, batuk, dan rematik.

Manfaat Herbal Daruju

Daun, biji, dan akar tumbuhan daruju sangat berkhasiat sebagai obat cacing. Di samping itu, daun muda berkhasiat sebagai obat sakit perut. Kandungan daun, akar, dan biji tumbuhan daruju mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol. Bijinya juga mengandung alkaloida.

Akar daruju,yang memiliki kandungan kimia flavones dan asam, memiliki rasa yang pahit, sifatnya dingin dan berkhasiat sebagai anti radang (antiflogistik), dan peluruh dahak (ekspektorans). Biji berkhasiat sebagai pembersih darah.

Menurut hasil dari beberapa penelitian yang kami cocokan dari beberapa sumber terhadap akar, daun, dan biji daruju digunakan untuk pengobatan radang hati (hepatitis) akut dan kronis, pembesaran hati dan limpa (hepatosplenomegali), pembesaran kelenjar limfe (limfadenopali), termasuk pembesaran kelenjar limfe pada tuberculosis (TBC) kulit (skrofuloderma), gondokan (parotitis), sesak napas (asma bronkial), cacingan, nyeri lambung, sakit perut, dan kanker, terutama kanker hati.

Penelitian dalam menguji toksisitas ekstrak daun daruju. Ekstrak daun daruju mengandung senyawa flavonoid, polivenol dan kumarin, tergolong senyawa yang memiliki fungsi sebagai antioksidan. Senyawa kumarin merupakan antibakteri yang dapat merusak sel dengan membentuk pori-pori dinding sel bakteri, sehingga menyebabkan kematian sel. Hasil yang diperoleh ekstrak daun daruju memiliki bioaktivitas tinggi, dan memiliki sifat toksisitas yang tinggi sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai antikanker.

Tumbuhan daruju juga dapat digunakan sebagai biopestisida nabati terhadap ulat grayak (Spodoptera litura). Ulat grayak merupakan hama yang dapat menyerang semua tanaman pangan maupun tanaman hortikultura dan bersifat polifag. Dikarenakan Hama ini tergolong dalam jenis yang sangat sulit untuk dikendalikan.

Pada umumnya pengendalian ulat grayak ini selalu mengandalkan insektisida sintetik, padahal akibat penggunaan insektisida sintetik yang terus-menerus dan kurang bijaksana sangat berdampak negatif terhadap manusia, hewan, dan bahkan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak tumbuhan daruju dapat membunuh serangga ulat grayak sebesar ekstrak daruju adalah 85,8 persen dan perlakuan mimba (pembanding insektisida nabati) hanya mencapai 70,6 persen.