Kenapa Gelaja Awal Penyakit Kanker Payudara Sering Tidak Disadari?

Hidup Sehat – Sama seperti kanker lainnya, gejala kanker payudara kerap tidak disadari di awal kemunculannya. Padahal, mengenali gejala kanker payudara di stadium awal bisa memperbesar peluang kesembuhan. Lantas, mengapa gejala awal ini sering tidak disadari?

Mengapa kanker payudara baru bisa terdeteksi di stadium lanjut?

Benjolan adalah salah satu tanda saat seseorang terkena kanker payudara. Sayangnya, munculnya benjolan yang berukuran kecil kerap tidak teraba dan terasa. Pada kebanyakan khasus, benjolan tidak disertai dengan gejala lain sehingga membuat orang sama sekali tidak mengetahui bahwa dirinya terkena kanker payudara.

Gejala lain kanker payudara biasanya baru muncul saat kanker masuk stadium lanjut, tidak di masa awal. Berbagai gejala yang kerap muncul pada orang dengan kanker stadium lanjut yaitu:

  • Kulit payudaranya yang berlekuk seperti kulit jeruk.
  • Putting mengeluarkan darah.

Akan tetapi di sisi lain, keberadaan kanker payudara bukannya tidak disadari. Banyak pasien yang sebenarnya tahu di payudaranya terdapat benjolan. Akan tetapi, mereka terlalu takut untuk memeriksakannya ke dokter. Bahkan, ada pasien yang masih takut untuk memeriksakan dirinya padahal benjolan sudah sangat terlihat bahkan pecah dan berdarah. Perasaan takut ini kemudian membuat pasien mengabaikan gejala yang mungkin ada dan dirasakan.

Pasien kemungkinan akan ke rumah sakit hanya ketika dirinya merasa sudah tidak sanggup menahan gelaja yang kian parah. Akibatnya, sekitar 60 hingga 70 persen pasien yang datang ke dokter kanker payudara sudah masuk stadium lanjut.

Deteksi gejala awal kanker payudara dengan skrining

Jangan tunggu hingga kanker menyebar dan masuk stadium lanjut. Sebaiknya lakukan skrining rutin agar tanda atau gejala awal kanker payudara dapat langsung terdeteksi saat baru mulai berkembang. Ketika sel kanker terdeteksi di awal kemunculannya, yaitu di stadium I dan II, peluang kesembuhan pasien mencapai 100% dengan pengobatan yang tepat. Sebaliknya, semakin tinggi stadium kankernya, peluang kanker untuk disembuhkan semakin kecil.

Melakukan skrining seperti mammografi dan USG payudara jadi salah satu cara untuk bisa mendeteksi kanker payudara di awal kemunculannya. Kedua prosedur ini mampu melihat keberadaan benjolan dan memastikan apakah keduanya kanker atau bukan. Melakukan skrining payudara bukan hanya perlu dilakukan saat memasuki usia senja. Melakukannya sedari muda membantu mengecek kesehatan payudara Anda.

Di usia muda, Anda bisa melakukan USG payudara. Sementara mammografi hanya diperuntukkan untuk mereka yang berusia di atas 40 tahun. Selain mammografi dan USG payudara, Anda juga bisa melakukan SADARI di rumah untuk mendeteksi gejala awal kanker payudara. SADARI merupakan kepanjangan dari pemeriksaan payudara sendiri.

Cara ini termasuk yang paling mudah dan murah akan tetapi kurang efektif. Oleh karena itu, kami menyarankan untuk melakukan SADARI disertai dengan skrining lain yang lebih akurat seperti mammografi dan USG payudara.

Untuk lebih jelasnya, konsultasikan ke dokter ahli dan mintalah rekomendasi skrining darinya. Tidak perlu takut untuk memeriksakan diri karena cara ini justru bisa memperpanjang kualitas hidup anda. Jangan menunggu hingga benjolan membesar atatu gejala lain lebih parah muncul.