Jauhkan Asap Vape Dari Balita Karena Terlalu Berbahaya!

Hidup Sehat – Mungkin banyak yang menyangka bahwa vape atau rokok elektrik itu cukup aman sehingga mereka tidak memperhitungkan betapa bahayanya jika asap vape didekatkan kepada anak-anak.

Vape sering sekali di sebut sebagai pengganti rokok yang aman, dan lebih parahnya adalah vape sering dibilang ramah lingkungan. Kebanyakan orang berfikir kalau asap vape merupakan asap dari uapan air saja, padahal vape ataupun rokok memiliki bahaya yang sama mengerikannya.

Dan berikut adalah bahaya asap vape bagi anak-anak :

-Mengganggu kecerdasan anak

Sebenarnya entah itu asap vape ataupun asap rokok yang di dekatkan kepada anak itu memiliki dampak yang sama. Pasalnya dalam asap vape terkandung zat kimia berbahaya seperti propilen, formaldehida, dan acetaldehida yang bahan kimia tersebut merupakan peran utama yang dapat mengganggu pertumbuhan anak. Seperti kemampuan kognitif anak, kecerdasan anak, serta prestasi anak yang akan terhambat. Dan mereka akhirnya akan memiliki masalah dalam membaca, berhitung, memecahkan masalah dan kesulitan belajar bahasa. Sangat mengerikan bukan?

-Mengganggu tumbuh kembang

Jika masih banyak orang yang berfikir kalua asap vape itu hanyalah uapan air, itu salah besar! Menurut penelitian dari Dr Jonathan Winickoff, Profesor Pediatri Fakultas Kedokteran Universitas Harvard, tidak ada kandungan air sama sekali dalam asap rokok elektrik tersebut. Malahan, asap tersebut merupakan cairan lengket yang berubah menjadi aerosol ultra-halus dengan partikel kecil yang terhirup ke dalam paru-paru. Efek tersebut pun akhirnya akan membuat pertumbuhan anak-anak menjadi tidak optimal. Dan memiliki resiko terkena komplikasi pernapasan, asma, dan atopi. Asap yang dihirup dari saluran napas masuk ke darah, menyebar ke berbagai organ. Yang paling utama adalah organ pernapasan. Semakin dini terpapar asap tersebut maka semakin rusak tubuhnya dikemudian hari.

-Terjadi perubahan perilaku

Salah satu sisi buruk lain dari asap vape yang terpapar ke anak-anak ialah perubahan perilaku. Mereka akan cenderung menjadi implusif, senang melukai diri sendiri, nakal, bertingkah negatif, dan selalu mencari perhatian. Mereka yang sering terpapar juga beresiko memiliki masalah dengan waktu tidurnya.