Ternyata Diet Rendah Protein Dapat Menekan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Hidup SehatBicara soal diet memang tidak akan ada habisnya, seluruh orang di dunia ini pasti ingin memiliki tubuh ideal dan jauh dari ancaman penyakit, telah banyak orang yang mencari pola diet tepat dan juga sesuai. Salah satunya ialah diet yang dapat mencerah risiko penyakit kardiovaskular atau penyakit yang berkaitan langsung dengan jantung dan pembuluh darah.

Hasil dari studi terbaru menyatakan banwa membatasi asupan makanan yang tinggi akan protein bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Hasil ini mungkin bisa membantu menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung. Mengapa harus makanan yang kaya akan protein?. Karena secara alami makanan kaya protein mengandung asam amino sulfur yang tinggi. Anda bisa menemukannya pada makanan seperti daging, berbagai produk susu, kacang-kacangan dan kedelai.

Ahli kesehatan juga menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun telah diketahui bahwa diet pembatasan asam amino dapat bermanfaat untuk memperpanjang usia hewan. Dan dari yang sudah dipelajari juga asupan asam sulfur amino berlebih dapat memungkinkan kemunculan penyakit kronis pada manusia. Dalam penelitian yang sudah dilakukan terhadap hewan, diet pembatasan asam amino sulfur terbukti mampu menunda penuaan dan meningkatkan harapan hidup. Percobaan itu dilakukan terhadap tikus, pembatasan methionine (unsur asam amino sulfur) sebesar 80 persen mampu meningkatkan harapan hidup hingga 43 persen.

Asam amino sulfur sangat berperan besar terhadap pertumbuhan, dan jika kekurangan asam amino sulfur dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan. Sehingga hasil temuan tersebut tidak dapat diterapkan terhadap manusia sepenuhnya. Dan akhirnya pada tahun 2018, sejumlah peneliti menemukan cara diet serupa tanpa harus khawatir soal masalah gangguan pertumbuhan. Pembatasan konsumsi produk yang mengandung protein dapat memberikan manfaat kesehatan bagi orang dewasa.

Pemimpin studi, Zhen Dong juga menjelaskan bahwa orang yang banyak mengonsumsi produk nabati seperti buah dan sayuran akan mengonsumsi asam amino sulfur yang lebih rendah. Hasil ini mendukung manfaat kesehatan dari diet nabati atau vegetarian. Dari data yang diteliti juga menemukan bahwa tingkat konsumsi asam amino sulfur orang Amerika Serikat sangat tinggi. Rata-rata mereka mampu mengonsumsi sekitar 2,5 kali lipat dari jumlah yang di anjurkan. Padahal, konsumsi secara berlebihan asam amino sulfur dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung.