Ingin Tindik Di Bagian Vagina? Perhatikan Bahaya Dan Resikonya!

Hidup Sehat – Sudah menjadi hal yang wajar bagi wanita memiliki tindik kuping untuk menjadi aksesoris mode. Namun seiring dengan perkembangan jaman, budaya tindik mulai merambah kebagian tubuh lainnya seperti lidah, bibir, hidung, alis, bahkan kemaluan seperti vagina.

Hasil studi dari University of South Alabama mendapatkan bahwa tindik vagina dapat meningkatkan kepuasan dan keinginan seksual wanita, dimana wanita yang telah melakukan tindik pada kemaluannya ini dapat mencapai klimaks setiap harinya. Alasan utama wanita melakukan tindik di area sensitif tersebut mungkin berhubungan dengan kepuasan seksual atau orgasme, karena memang wanita lebih sulit untuk mencapai orgasme daripada pria. Beberapa wanita yang sudah melakukan hal ini mengaku mereka mendapatkan orgasme pertamanya setelah melakukan tindik vagina.

ada beberapa jenis tindik vagina yang bisa dilakukan, yaitu :

a. Tindik pada klitoris atau tudungnya
Ini yang paling populer untuk dilakukan. Tindik tudung klitoris lebih sering dilakukan karena kabarnya tindik klitoris dapat menstimulasi jaringan klitoris yang sensitif ketika berhubungan seksual.

b. Tindik pada bibir vagina luar
Bagian ini cukup tebal sehingga perlu dilakukan beberapa kali tindik pada bibir vagina.

c. Tindik Princess albertina
Pada tipe ini dilakukan tindik melalui uretra dan ke arah atas vagina. Prosedur ini jarang dilakukan karena cukup sulit.

Namun kita perlu memperhatikan resikonya sebelum melakukan tindik vagina. Ketahui dulu bahayanya sebagai berikut:

  • Infeksi
    Setiap luka pada tubuh dapat berisiko infeksi. Infeksi yang mungkin terjadi dari tindik vagina termasuk tetanus, hepatitis B dan C, HIV dan infeksi menular seksual lainnya. Tanda umum infeksi meliputi kemerahan, bengkak, dan demam.
  • Nyeri dan kerusakan saraf
    Klitoris adalah organ seksual yang kaya akan saraf. Tindik pada klitoris dapat menyebabkan rasa nyeri dan merusak jaringan saraf.
  • Alergi
    Saat melakukan proses tindik biasanya akan langsung terpasang alat yang mempertahankan lubang tersebut. Kemungkinan seseorang akan alergi terhadap bahan dari alat tersebut.
  • Keputihan
    Keputihan memang normal terjadi ketika melakukan tindik vagina. Namun, jika keputihan menjadi berbau atau kehijauan berarti sudah terjadi infeksi.
  • Perdarahan
    Perdarahan memang akan terjadi ketika melakukan tindik. Namun biasanya perdarahan akan cepat berhenti.
  • Jaringan parut yang tebal
    Kondisi jaringan parut yang menebal ini dapat membuat Anda merasa tidak nyaman karena terasa seperti ditusuk.

Tindik vagina memang menantang. Namun, Anda juga harus memperhitungkan risiko yang akan dihadapi. Kita harus memastikan faktor untuk menjaga kebersihan area vagina. Hindari berenang hingga kondisi bekas tindikan membaik.

Kita harus selalu mengingat bahwa infeksi dapat terjadi di tempat penindikan, bahkan setelah sembuh. Bakteri bisa masuk di bawah kulit. Jadi, perhatikan tanda-tanda infeksi yang muncul dan hubungi dokter Anda jika ada gejala-gejala seperti di atas. Sebaiknya Anda tak mengobati infeksi sendiri.

Setelah melakukan tindik vagina, perlu dihindari untuk berhubungan seksual setidaknya dalam waktu dua minggu. Setelah itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan, terutama setelah berhubungan intim. Untuk menjaga kebersihan, sebaiknya selalu membersihkan tindikan setiap hari.