Manfaat Ubi Ungu Untuk Kesehatan

Hidup Sehat – Hidup Sehat – Ubi ungu (Ipomoea batatas L) merupakan varietas ubi yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Ubi ungu mengandung banyak zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, serat, antosianin, dan antioksidan.

Ubi ungu juga mengandung mineral penting seperti kalsium, magnesium, potasium, fosfor, sodium, zat besi, dan kalium. Ubi ungu juga mengandung beberapa vitamin seperti vitamin B1, B2, B6, B9(folat), vitamin E, vitamin K dan vitamin A.

Berikut ini adalah beberapa manfaat ubi ungu untuk kesehatan:

1. Meningkatkan imunitas tubuh

Kandungan antosianin dan polifenol yang bekerja untuk menekan stres akibat kerusakan oksidatif di dalam tubuh. Antosianin dapat merangsang antioksidan sehingga dapat menangkal radikal bebas.

Radikal bebas yang berhasil dihalau dan disingkirkan oleh antioksidan bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berbagai enzim antioksidan akan mengalami peningkatan produksi, dan akan berdampak positif untuk pemecahan senyawa yang beracun sehingga tubuh tidak mudah sakit.

2. Mengatasi penuaan dini

Selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, kandungan antioksidan juga dapat mengatasi tanda-tanda penuaan dini. Hal ini dikarenakan antosianin mampu memperlambat penuaan sel-sel dalam tubuh.

Mengkonsumsi ubi ungu bisa mengatasi berbagai masalah penuaan dini seperti keriput, flek hitam, bintik-bintik usia, garis-garis halus dan lainnya.

3. Mengurangi berat badan

Ubi ungu sangat baik untuk menu diet, hal ini dikarenakan kandungan serat dalam ubi ungu membuat rasa kenyang lebih lama.

Selain serat, kandungan antosianin di dalam ubi ungu dapat mempengaruhi metabolisme pencernaan sehingga penurunan berat badan cenderung lebih mudah dicapai.

4. Meredakan peradangan

Ubi ungu juga memiliki zat yang bersifat antiinflamasi. Zat ini dapat meredakan peradangan yang terjadi pada tubuh dan ubi ungu juga dapat menurunkan produksi TNF-alfa.

TNF-alfa yang rendah akan menghambat terjadinya peradangan seperti, radang sendi, radang tenggorokan, dan lainnya.

5. Mengatasi infeksi

Ubi ungu juga dapat mengatasi infeksi yang sering terjadi akibat oleh bakteri. Zat yang terkandung dalam ubi ungu memiliki sifat antibakteri yang dapat menyingkirkan berbagai bakteri infeksi seperti E.Coli, Salmonella, dan lainnya.

6. Mencegah penyakit kanker

Kandungan antioksidan yang dimiliki ubi ungu mampu menangkal radikal bebas yang bisa menyebabkan kanker. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ubi ungu mampu mengurangi pertumbuhan sel-sel kanker.

7. Mencegah pembekuan darah

Pembekuan darah merupakan sebuah kejadian yang bisa berakibat fatal. Oleh sebab itu, pembekuan darah harus dicegah sebelum terjadi.

Ubi ungu memiliki kandungan asam klorogenik, yang dapat memecahkan pembekuan darah. Hal ini dikarenakan Asam klorogenik ini dapat mengurangi proses pembentukan benang-benang fibrin.

8. Menjaga kesehatan hati

Ubi ungu juga dapat menjaga dan melindungi hati dari berbagai masalah atau penyakit, hal ini dikarenakan kandungan zat antosianin pada ubi ungu. Zat antosianin berfungsi untuk mengurangi kerusakan sel-sel hati akibat zat-zat racun.

9. Mengobati penyakit diabetes

Senyawa yang dimiliki oleh ubi ungu mampu menurunkan kadar gula dalam darah yang berlebih. Sehingga ubi ungu baik untuk dimakan oleh penderita diabetes. Ubi ungu juga dapat menjaga kadar gula darah tetap didalam kisaran normal.

10. Mengobati penyakit tekanan darah tinggi

Selain dapat mengobati penyakit diabetes, ubi ungu juga dapat mengobati tekanan darah tinggi atau hipertensi. Hal ini dikarenakan jika kadar gula yang normal akan membuat tekanan darah menjadi normal juga.

11. Mengobati asam urat

Asam urat juga merupakan masalah medis yang penting untuk menjadi perhatian. Masalah asam urat perlu diobati segera. Ubi ungu memiliki manfaat untuk mengobati asam urat karena ubi ungu dapat menurunkan kadar asam urat melalui kandungan antosianin di dalamnya.

Jika ingin membeli dan mendapatkan manfaat dari ubi ungi, hindarilah yang memiliki bercak hitam seperti memar, area yang lunak atau lembek, keriput atau berkecambah, karena rasanya kurang manis dan lebih cepat membusuk.