Ganja? Manfaat Dalam Dunia Medis dan Efeknya

Hidup Sehat – Ganja (Cannabis sativa) merupakan tanaman yang memiliki 100 bahan kimia yang berbeda-beda dan sering disebut dengan cannabinoid. Pengunaan tanaman ini memang cukup kontroversial, dikarenakan tanaman ini dianggap ilegal dan masuk dalam obat-obatan terlarang. Dari sisi lain, tanaman ini termaksud jenis tumbuhan obat yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Kandungan senyawa Delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidol (CBD) adalah senyawa bahan kimia utama yang sering digunakan dalam dunia medis dan pengobatan. Perlu diketahui bahwa senyawa THC merupakan senyawa yang dapat membuat rasa mabuk atau high (fly). Sedangkan senyawa cannabinoid diproduksi oleh tubuh secara alami, senyawa ini bertujuan untuk membantu mengatur konsentrasi, gerak tubuh, nafsu makan, rasa sakit, hingga sensasi pada indra. Akan tetapi kedua senyawa tersebut sangat kuat dalam tanaman ganja yang dapat mengakibatkan berbagai efek kesehatan serius jika disalahgunakan.

 

Manfaat tanaman ganja dalam dunia medis dan pengobatan

Berdasarkan dari WebMD, tanaman ganja dapat digunakan sebagai obat bila diolah secara medis. Dustin Sulak yang merupakan seorang profesor bedah, melakukan penelitian dan membuat tanaman ganja dapat digunakan secara medis. Dustin menganjurkan beberapa jenis tanaman ganja sebagai obat kepada para pasiennya dan mendapatkan hasil yang mengejutkan.

Pasien yang mengidap penyakit kronis mengalami pemulihan kondisi saat diberikan obat yang menggunakan tanaman ganja. Pasien dengan penyakit multiple sclerosis juga mengalami penurunan kejang otot. Dan pasien dengan pendarangan parah yang terjadi pada usus sudah mulai bisa makan lagi.

Penelitian yang dilakukan oleh profesor Sulak menambah sejarah panjang dan membuat cukup kuat tentang manfaat ganja yang dapat digunakan sebagai obat terapeutik. Namun hal ini masih terdapat masalah, dikarenakan tanaman ini tergolong barang ilegal serta sulit untuk dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas ganja dalam dunia medis dan pengobatan.

Berdasarkan dari penelitian yang sudah dilakukan, tanaman ganja memiliki sejumlah manfaat lainnya untuk kesehatan yaitu:

1. Mencegah penyakit glaukoma

Tanaman ganja dapat digunakan dalam mengatasi dan mencegah mata dari penyakit glaukoma. Penyakit glaukoma merupakan penyakit yang terjadi karena meningkatkanya tekanan dalam bola mata, merusak saraf optik, sehingga menyebabkan kehilangan penglihatan (buta).

Penelitian yang dilakukan oleh National Eye Institute pada awal tahun 1970-an, mengatakan bahwa ganja dapat menurunkan intraocular pressure (IOP) atau tekanan bola mata bagi orang yang memiliki tekanan normal dan orang yang memiliki glaukoma. Mengosumsi ganja secara takaran medis yang tetap akan memperlambat proses terjadinya penyakit galukoma dan sekaligus mencegah kebutaan.

2. Meningkatkan kapasitas paru

Sebuah studi yang diumumkan oleh Journal of the American Medical Association di januari 2012, menyebutkan bahwa tanaman ganja tidak dapat merusak fungsi paru-paru. Melainkan tanaman ini dapat meningkatkan kapasitas paru-paru.

Penelitian ini mengambil sampel dari 5.115 orang dewasa mudah yang usianya kurang dari 20 tahun. Mendapatkan hasil bahwa merokok dengan tembakau dapat kehingakan fungsi paru-paru sepanjang waktu, akan tetapi penggunaan tanaman ganja memperlihatkan peningkatan kapasitas paru-paru.

3. Mencegah kejang karena epilepso

Hasil Studi yang dilakukan tahun 2003 memperlihatkan bahwa tanaman ganja dapat mencegah kejang yang disebabkan oleh penyakit epilepsi. Prof. Robert J. DeLorenzo, dari Commonwealth University melakukan pada tikus yang mengalami penyakit epilepsi dan memberikan esktrak tanaman ganja dalam bentuk sintetisnya. Menunjukkan hasil cannabinoid dari tanaman ini mampu mengontrol kejang dengan menahan sel otak responsif untuk mengendalikan rangsangan dan mengatur relaksasi.

4. Mematikan beberapa sel kanker

Kandungan senyawa cannabidiol dalam tanaman ganja dapat menghentikan kanker dengan cara mematikan gen yang disebut Id-1. Pembuktian ini berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh sejumlah peneliti dari California Pacific Medical Center di San Francisco, pada tahun 2007. Dalam banyak kasus tanaman ganja juga dipercaya mampu mematikan sel-sel kanker lainnya.

Bukti lain juga menunjukkan bahwa tanaman ganja dapat membantu melawan mual dan munta setelah melakukan kemoterapi.

5. Mengurangi nyeri kronis

Tanaman ganja di tinjau kembali oleh National Academies of Sciences, Engineering, and Medicines akan manfaatnya. Dari hasil tinjauan melaporkan fakta bahwa tanaman ganja dalam dunia medis dapat digunakan untuk mengatasi rasa sakit kronis. Hal ini berdasarkan kandungan cannabinoid yang mampu menghilangkan rasa nyeri.

Harvard Health Publishing mengatakan bahwa tanaman ganja dapat meringankan rasa sakit akibat multiple sklerosis, nyeri saraf, dan sindrom iritasi usus. Bahkan tanaman ini banyak digunakan dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh nyeri kronis, seperti fibromyalgia dan endometriosis.

6. Mengatasi masalah kejiwaan

Penelitian yang dilakukan oleh Clinical Psychology Review menunjukkan bahwa tanaman ini membantu mengatasi masalah kesehatan jiwa tertentu. Peneliti juga menemukan bukti akan tanaman ini dapat digunakan untuk membantu menghilangkan depresi dan gejala gangguan stres pasca trauma.

Akan tetapi, Tanaman ganja bukan obat yang baik untuk menangani masalah kesehatan jiwa, seperti gangguan psikosis dan bipolar. Bahkan tanaman ini akan memperparah gejala gangguan kesehatan jiwa ini.

7. Memperlambat perkembangan alzheimer

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Molecular Pharmaceutics, menemukan sebuah fakta bahwa senyawa THC dapat memperlambat pembentukan plak amiloid yang dapat membunuh sel-sel otak.

Senyawa THC dapat membantu untuk menghalangi enzim pembuat plak amiloid agar tidak terbentuk didalam otak. Namun, penelitian ini masih berada di tahap awal dan membutuhkan lebih banyak studi yang dapat menguatkan penelitian ini.

Efek yang ditimbulkan oleh ganja

Tanaman ini selain memiliki manfaat yang baik dalam dunia medis, juga dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Berikut adalah efek negatif pada tubuh:

1. Efek pada otak

Senyawa THC yang terdapat pada tanaman ganja bekerja pada reseptor kanabinoid yang ada dalam sel-sel saraf dan dapat mempengaruhi aktivitas sel-sel tersebut. Reseptor kanabinoid banyak tersebar diarea otak, yang memengaruhi kesenangan, daya ingat, pikiran, konsentrasi, persepsi indra, dan koordinasi gerakan.

Jika tanaman ini dikonsumsi dalam dosis tinggi, pengguna akan mengalami masalah halusinasi, delusi, disorientasi, dan rusaknya daya ingat. Masalah ini terjadi dikarenakan reseptor kanabinoid bekerja terlalu aktif dalam saraf.

2. Efek pada jantung

Tanaman ganja dapat menyebabkan detak jantung bekerja lebih cepat hingga 20-50 kali per menitnya. Bahkan efeknya dapat menjadi lebih parah ketika digabungkan dengan obat-obatan lain.

Ketika tekanan darah dan detak jantung meningkat tajam, akan memiliki resiko empat kali lebih tinggi terkena serangan jantung dalam satu jam pertama setelah merokok ganja.

3. Efek pada tulang

Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa merokok dengan menggunakan ganja dalam jumlah besar akan memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah, sehingga akan lebih rentan mengalami patah tulang dan osteoporosis.

Bahkan penelitian dari University of Edinburgh, Inggris menemukan bahwa penggu ganja berat lebih cenderung mengalami pengurangan indeks massa tubuh, hal ini dikarenakan kepadatan tulang yang cenderung menghilang, sehingga meningkatkan risisko penyakit osteoporosis.

4. Efek pada paru-paru

Mengosumsi ganja dengan cara dibakar seperti rokok dapat menyebabkan rasa terbakar dan menyengat pada mulut serta tenggorokan. Selain itu merokok menggunakan ganja sama halnya dengan perokok tembakau yang dapat menyebabkan masalah pernapasan, batuk berkepanjangan, produksi dahak meningkat, penyakit dada akut, dan peningkatan risiko infeksi paru-paru.

Ganja meski tidak dikonsumsi lebih banyak dibandingkan dengan perokok tembakau, namun efeknya tetap tidak boleh diabaikan, hal ini dikarenakan ganja mengandung lebih banyak hidrokarbon karsinogenik.

Meski memiliki manfaat dalam dunia medis, tanaman ganja juga dapat menimbulkan efek negatif jika dikonsumsi secara berlebihan. Bahkan jika masih ada obat yang dapat digunakan yang lebih efektif dan legal, sebaiknya harus beralih dari tanaman ini.