Mengenali Tekanan Darah Normal Berdasarkan Usia

Hidup Sehat – Tekanan darah pada setiap orang berbeda-beda dikarenakan berbagai macam faktor. Salah satu faktornya adalah usia. Semakin bertambah usia maka semakin tinggi pula kirasan normal tekanan daranya. Tekanan darah seseorang menunjukkan seberapa kuat jantung dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Ukuran merupakan salah satu tanda vital tubuh dan sering dijadikan acuan untuk melihat kondisi kesehatan tubuh secara umum serta harus dipantau secara berkala.

Tekanan darah normal berdasarkan usia

Tekanan darah dituliskan dengan dua angka yang terpisah oleh garis miring, contoh 120/80 mmHg.

Angka 120 adalah angka yang mewakilkan tekanan darah sistolik. Tekanan darah sistolik merupakan tekanan saat jantung berkontraksi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan angka 80 adalah angka yang mewakilkan tekanan darah diastolik. Tekanan darah diastolik merupakan tekanan saat otot jantung berelaksasi sebelum kembali memompa darah.

Usia seseorang memiliki kisaran yang berbeda-beda terhadap kedua tekanan darah ini.

Berikut adalah batas tekanan darah normal yang dibagi berdasarkan usia:

1. Tekanan darah normal pada anak-anak

Walaupun tidak berbeda jauh dengan orang dewasa, tekanan darah normal pada usia anak-anak dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
• Anak yang berusia prasekolah (3-5 tahun) memiliki batas normal tekanan darah sistolik berkisar antara 95-110 mmHg serta tekanan darah diostolik berkisar 56-70 mmHg.
• Anak yang berusia sekolah (6-13 tahun) memiliki batas normal tekanan darah sistolik berkisar antara 97-112 mmHg serta tekanan darah diostolik berkisar 57-71 mmHg.

2. Tekanan darah normal pada anak remaja

Pada usia remaja (13-18 tahun) memiliki batas normal tekanan darah sistolik berkisar antara 112-128 mmHg serta tekanan darah diostolik berkisar 66-80 mmHg. Untuk perbedaan tekanan darah di dalam batas normal disebabkan oleh berbagai macam faktor, contohnya tinggi badan, jenis kelamin, serta waktu pengukuran tekanan darah.

3. Tekanan darah nomal pada orang dewasa

Secara umum orang dewasa memiliki tekanan darah sistolik berkisar 90-120 mmHg dan tekanan darah diostolik berkisar 60-80 mmHg. Tekanan darah normal dapat mengalami masa turun atau naik tergantung dari aktivitas fisik yang dijalani dan kondisi emosional yang dialami.

Pada ibu hamil, perubahan pada hormon dapat menyebabkan kisaran tekan darah menjadi lebih rendah. Bahkan pada ibu hamil, tekanan darah pada angka 120/80 mmHg termasuk dalam kategori hati-hati terhadap risiko preeklamsia.

4. Tekanan darah normal pada usia lanjut

Tekanan darah normal pada mereka yang berusia lanjut memiliki kecenderungan lebih tinggi yaitu tekanan darah sistolik berkisar < 150 mmHg dan tekanan darah diostolik berkisar < 90 mmHg. Hal ini disebabkan oleh pembuluh darah pada usia lanjut cenderung lebih kaku, sehingga jantung memerlukan tekanan yang lebih tinggi dalam memompa darah keseluruh tubuh.

Jika tekanan darah terlalu rendah, maka dapat membuat mereka mengalami gejala pusing dan hipotensi ortostatik yang dapat meningkatkan risiko jatuh dan cedera.

Cara menjaga tekanan darah normal

Selama masih dalam batas normal, semakin baik juga kesehatan jantung Anda. Namun ketika tekanan darah rendah juga perlu untuk diwaspadai apabila menimbulkan keluhan seperti pusing, mual dan pingsan.

Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengontrol tekanan darah tetap normal:

• Mengatur pola makan sehat dan gizi seimbang setiap hari, dan sebaiknya mengurangi asupan garam dan kafein.
• Melakukan olahraga rutin untuk menjaga tekanan darah normal, setidaknya 20-30 menit setiap hari.
• Pertahankan berat badan ideal serta menjaga mood atau suasana hati Anda
• Hindari merokok dan mengosumsi minuman yang beralkohol secara berlebihan, dikarenakan dapat membahayakan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Tekanan darah harus selalu dipantau secara berkala untuk mencegah terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi). Karena tidak bergejala, dikhawatirkan keadaan ini tidak terdeteksi sehingga dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi.

Sebaiknya Anda secara rutin memantau tekanan darah secara mandiri di rumah. Jika kondisi tekanan darah Anda berada diatau atau dibawah sebaiknya perikasakan diri Anda ke dokter.