Langkah Orang Tua Dalam Membuat Anak Cerdas

Hidup Sehat – Anak cerdas adalah salah satu hal yang sangat dibanggakan oleh orang tua. Anak cerdas tidak hanya pintar atau dapat menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya, tetapi juga seorang pelajar yang memiliki bakat untuk memahami suatu subjek atau permasalahan secara mendalam.

Cerdas tidak selalu dikenal dari tingkat kecerdasan kognitif yang diukur dari IQ saja. Para ahli tumbuh kembang anak berusaha menemukan cara untuk anak dapat memahami potensi intelektual secara keseluruhan, tanpa memberikan terlalu banyak tekanan terhadap anak.

Menjadikan anak cerdas adalah sebuah tantangan tersendiri untuk orang tua, keluarga dan tenaga pelajar. Anda dapat mendukung proses tubuh kembang anak dengan beberapa langka berikut:

1. Memenuhi nutrisi seimbang anak

Penelitian mengatakan, secepat anak berlari saat bermain di halaman rumah dan sekolah, secepat itu juga pertumbuhan dan perkembangan otaknya. Otak pada anak akan mengalami pertumbuhan yang pesat semenjak kelahiran sampai usia 4 tahun. Masa yang tergolong kritis bagi perkembangan otak anak sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang mereka konsumsi.

Makanan sehat akan membawa pengaruh baik untuk kemampuan fokus dan kognitif anak. Sarapan adalah waktu makan yang paling penting untuk masa perkembangan anak.

Penelitian menunjukkan bahwa anak yang diberikan pola makanan sehat pada saat sarapan setiap pagi, mampu memusatkan perhatian dan mengingat dengan lebih baik.

2. Membaca sejak dini

Aktivitas membaca dapat membantu anak belajar pada masa perkembangannya. Tidak hanya terampil dalam bahasa, namun juga belajar dapat memusatkan perhatian hingga mengasah imajinasi.

Berdasarkan penelitian, mengatakan bahwa anak yang membaca di rumah pada usia prasekolah mendapatkan kemampuan dalam membaca lebih baik ketika masuk sekolah.

Membacakan cerita atau dogeng kepada anak juga terbukti mampu merangsang tumbuh kembang otak anak, membuat kemampuan kognitif dan berbahasa menjadi lebih baik.

3. Mengenali gaya belajar

Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Dalam hal ini peran orang tua dalam membimbing anak untuk belajar memahami dan mengambil informasi sangat penting. Secara umum, ada tiga metode gaya belajar yang dapat diterapkan yaitu auditorik, visual dan fisik.

Anak yang suka dengan gaya belajar auditorik, adalah anak yang lebih cepat belajar melalui indra pendengaran, misalnya mendengarkan penjelasan orang tua dan guru.

Anak yang suka dengan gaya belajar visual adalah anak yang lebih cepat belajar atau menyerap informasi melalui indra penglihatan, misalnya membaca buku atau melihat gambar.

Anak yang suka dengan gaya belajar fisik adalah anak yang lebih cepat belajar dengan cara menyentuh dan memperagakan sehingga mengerti akan konsep-konsep baru.

4. Menghargai proses pembelajaran anak

Tidak hanya orang dewasa yang butuh dihargai, tetapi anak-anak juga. Berdasarkan penelitian mengatakan, anak-anak yang merasa dihargai oleh kedua orang tuanya, maka belajar anak akan lebih baik dan mendapatkan nilai lebih baik juga di sekolah karena semangat belajarnya yang tinggi.

Orang tua lebih disarankan untuk fokus pada prosesnya, dibandingkan hanya menghargai hasilnya. Dalam hal ini untuk membantu menanamkan pada pemikiran anak, bahwa untuk mendapatkan hasil lebih baik harus dengan berusaha dan bekerja lebih biak lagi, sehingga akhirnya akan mendukung kesuksesan anak.

5. Mengasah kecerdasan emosional anak

Kecerdasan emosional (EQ) merupakan hal yang penting juga selain dari kecerdasan kognitif yang diukur dengan IQ. Kecerdasan emosional pada anak akan membantu perkembangan kognitif dan sosial mereka. Mengajarkan kecerdasaan emosional pada anak akan membantu mereka untuk lebih peka terhadap sekitarnya, contoh mengajarkan untuk memintah maaf ketika sedang melakukan kesalahan, membantu orang yang membutuhkan pertolongan, dan sebagainya.

6. Mempelajari bahasa asing

Mempelajari bahasa asik akan melatih kemampuan komunikasi anak menjadi lebih baik, serta mendorong perkembangan kognitif, kreativitas, matematika, dan sains. Ahli bahasa mengatakan bahwa anak yang belajar bahasa asing memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memecahkan masalah serta lebih berpikir kreatif.

7. Memperkenalkan seni

Beberapa hasil penelitian menyimpulkan, bahwa anak yang mempelajari alat musik memperoleh nilai lebih baik dalam tes bahasa, daya ingat verbal, matematika, dan IQ. Seorang ahli mengatakan, area otak yang dirangsang saat bermain musik, mencakup area otak yang mengatur kemampuan dalam membaca, matematika, penalaran yang berhubungan dengan ruang, serta pemecahan masalah.

Seni lukis dan kerajinan tangan juga penting dalam mendukung proses pembelajaran untuk menjadikan anak lebih cerdas. Manfaatnya untuk merangsang kemampuan akademis dan mengingat, bahkan mendorong rasa percaya diri serta keterampilan untuk berpikir secara mandiri.

8. Memberikan kesempatan bermain kreatif

Untuk mengembangkan kreativitas pada anak secara alami, orang tua dapat memberikan ruang yang dapat merangsang imajinasi anak. Tidak perlu mengandalkan mainan yang terbaru dan mahal, beberapa bahan sederhana, seperti kotak kosong, krayon, atau bahkan mainan balok susun dapat menjadi pilihan.

Tidak kalah penting juga untuk perkembangan otak anak cerdas adalah hubungan penuh kasih sayang dari orang tua dan orang-orang di sekelilingnya. Berinteraksi dan berkomunikasi, seperti bermain bersama atau tukar pikiran adalah hal yang sangat penting.

Peran orang tua untuk mendukung serta mendorong agar anak cerdas sangat penting. Sesuaikan semangat dan dorongan yang Anda berikan kepada anak dengan kemampuan dan minat yang anak inginkan. Jika buah hati memiliki kemampuan terkait kecerdasannya sebaiknya Anda tidak perlu ragu untuk berkonsultasi kepada dokter.