Penyebab Gejala Penyakit Fibromyalgia Serta Cara Menanganinya

Hidup Sehat – Apa itu penyakit fibromyalgia? Fibromyalgia merupakan gangguan yang ditandai dengan nyeri kronis pada bagian otot dan tulang (muskuloskeletal). Gejala nyeri kronis ini akan tersebar ke seluruh bagian tubuh.

Penyakit fibromyalgia ini cukup sering terjadi serta dapat menyerang siapa saja. Namun, kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan dengan pria. Terdapat 90% kasus penyakit fibromyalgia dialami oleh wanita dari segala usia di dunia. Namun, kondisi muskuloskeletal sering terjadi pada usia 30-50 tahun.

Beberapa hal yang dapat menjadi faktor tingginya risiko seseorang mengalami penyakit fibromyalgia:

  • Faktor keturunan

Jika seseorang memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit fibromyalgia, maka akan memiliki risiko yang lebih tinggi terserang penyakit tersebut.

Para peneliti menduga bahwa hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya mutasi genetik tertentu yang terjadi dalam tubuh seseorang, sehingga dapat menimbulkan gangguan tersebut.

  • Infeksi

Beberapa jenis penyakit termaksud infeksi yang terjadi didalam tubuh dapat memicu atau memperparah fibromyalgia.

  • Cedera fisik serta trauma emosional

Tidak hanya cedera yang terjadi pada fisik, trauma emosional juga dapat meningkatkan risiko penyakit fibromyalgia, seperti cedera yang diakibatkan oleh kecelakaan, setelah menjalani operasi, dan proses melahirkan yang menguras fisik serta mental.

  • Stres

Stes yang Anda alami dalam jangka panjang dapat membuat tubuh mengalami gangguan hormon. Gangguan hormon dalam tubuh dapat menimbulkan penyakit fibromyalgia.

Gejala penyakit fibromyalgia utama akan membuat sekujut tubuh merasa nyeri. Jika gejala nyeri yang dialami dalam tubuh berlangsung dalam kurun waktu tiga bulan atau lebih maka dapat dikategorikan Anda mengalami fibromyalgia.

Rasa sakit tersebut tidak hanya berupa nyeri, juga dapat berupa sensasi terbakar, sensasi ditusuk-tusuk jarum, dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Bahkan dapat terjadi pada bagian yang sensitif jika disentuh, atau yang sering disebut dengan trigger point atau tender point.

Selain mengalami rasa nyeri di seluruh tubuh serta trigger point, penyakit fibromyalgia juga dapat mengalami gejal berikut ini:

  • Kekakuan otot tubuh,
  • Mengalami kesulitan tidur,
  • Sakit kepala,
  • Mengalami kelelahan secara berlebihan,
  • Menurunnya kemampuan untuk mengingat, konsentrasi, dan fokus,
  • Mengalami depresi,
  • Gangguan kecemasan, dan
  • Irritable bowel syndrome (IBS).

Wanita yang mengalami penyakit ini lebih sering mengeluh terhadap intensitas nyeri yang lebih parah daripada pria. Hal ini terjadi kemungkinan disebabkan oleh perbedaan hormon serta sistem kekebalan tubuh wanita dan pria, atau gen.

Apakah ada cara untuk mengobati penyakit fibromyalgia? Sampai saat ini masih belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit fibromyalgia. Beberapa cara pengobatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk mengurangi dampak yang disebabkan oleh penyakit ini serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Berikut ini langka pengobatan yang dapat Anda lakukan sesuai dengan anjuran dokter:

1. Penggunaan obat-obatan

Beberapa jenis obat dibawah ini dapat digunakan pasien fibromyalgia sesuai dengan resep dokter :

Obat pereda rasa nyeri, yaitu ibuprofen, tramadol, atau acetaminophen.
Obat antidepresan digunakan untuk menangani gangguan kecemasan atau depresi yang berhubungan dengan penyakit fibromyalgia, dan membantu meningkatkan kualitar tidur pasien. Contoh obat antidepresan, yaitu diloxetine dan milnacipran.
Obat antikejang yang sebenarnya digunakan dalam menangani epilesi, tetapi juga dapat diberikan untuk penderita fibromyalgia. Contoh obat antikejang, seperti gabapentin dan pregabalin.

2. Menjalani terapi fisik

Ada beberapa macam terapi yang dapat pasien lakukan untuk mengurangi gejala penyakit fibromyalgia dan juga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien:

Terapi fisik yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan tulang, kelenturan otot, serta stamina si pasien.
Terapi okupasi yang digunakan untuk membantu penderita dalam melakukan kegiatan sehari-hari, sehingga pasien dapat mengurangi stres.

3. Menjalani psikoterapi

Menjalani psikoterapi dengan psikolog atau psikiater mungkin dapat Anda lakukan untuk membantu menghadapi stres, depresi, serta gangguan kecemasan yang diakibatkan oleh penyakit fibromyalgia. Anda juga dapat bergabung dengan kelompok yang memiliki penyakit fibromyalgia, sehingga Anda mendapatkan support group serta dapat berbagi cerita dan memahami kondisi Anda.

4. Mengubah pola hidup

Penderita juga dapat menerapkan gaya hidup yang sesuai dengan penyakit fibromyalgia yang Anda alami, dengan cara memilih jenis olahraga yang cocok serta melakukan teknik relaksasi untuk menurunkan stres.

Pola makan juga harus diperbaiki, seperti makanan tinggi serat serta rendah gula darah akan menjadi salah satu pilihan yang baik, contoh alpukat, tahu, almond, serta oatmeal. Mengosumsi beberapa jenis makanan diatas dapat membantu dalam meningkatkan energi serta mengurangi kelelahan yang dirasakan oleh pasien.

Kacang-kacangan serta biji-bijian juga dapat menjadi makanan yang baik, hal ini dikarenakan kandungan mineral serta mikronutrien yang terdapat dalam bahan pangan ini memiliki peran penting untuk fungsi sel-sel.