10 Jenis Makanan Dengan Kandungan Gas Tinggi

Hidup Sehat – Apakah Anda sering merasa sendawa, perut gembung, atau buang gas yang berlebihan? Jika Anda mengalaminya, sebaiknya perhatikan kembali asupan makanan yang dikonsumsi oleh tubuh. Hal tersebut dikarankan beberapa makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan gas yang tinggi.

Walaupun tergolong normal, kadungan gas yang terlalu banyak di dalam tubuh dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, seperti sendawa terus menerus, serta terlalu sering buang angin.

Dalam hal ini, setiap orang akan berbeda-beda dalam mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh. Terdapat beberapa jenis makanan yang dapat memicu terjadinya kelebihan gas dalam tubuh. Jenis makanan tersebut memiliki karakteristik seperti berikut ini:

  • Sulit untuk dicerna dalam tubuh.
  • Menghasilkan gas saat tubuh mencernanya.
  • Membuat Anda banyak menelan udara saat memakan makanan yang dikonsumsi.

Berikut ini berbagai jenis makanan yang memiliki kandungan gas tinggi:

1. Kacang-kacangan

Salah satu makanan yang tinggi akan kandungan gas adalah kacang-kacangan. Dimana kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang tanah, serta kacang hijau merupakan makanan yang mengandung gas tertinggi, hal ini dikarenakan makanan tersebut mengandung banyak rafinosa.

Rafinosa merupakan kandungan gula kompleks yang susah dicerna oleh tubuh. Rafinosa akan melewati usus kecil dan menghasilkan hidrogen, karbon dioksida, serta gas metana, yang keluar dari rektum. Sehingga akan mengakibatkan Anda lebih sering buang angin.

Selain itu, kacang-kacangan juga makanan yang mengandung serat tinggi, di mana kandungan serat tersebut dapat meningkatkan produksi gas berlebih di dalam tubuh.

2. Kelompok sayaruan jenis cruciferous

Sayuran dengan jenis cruciferous seperti brokoli, kembang kol, kubis serta asparagus tinggi akan kandungan serat serta rafinosa. Kedua kandungan ini akan berkontribusi dengan produksi gas saat bakteri dalam usus mencernanya.

Walaupun demikian, jenis sayuran diatas sangat baik untuk dikonsumsi bagi kesehatan tubuh. Sehingga, Anda tidak boleh untuk menghindarinya tetapi mengurangi atau membatasi asupannya dalam menu makan harian.

3. Buah-buahan

Beberapa jenis buah-buahan juga memiliki kandungan gula alkohol alami serta sorbitol yang dapat memicu pertambahan produksi gas dalam tubuh seperti apel, pir, pisang, peach, persik, serta pisang.

Jenis buahan diatas akan menghasilkan hidrogen, karbon diaoksida, serta gas metana, setelah dicerna oleh bakteri di dalam usus.

4. Biji-bijian utuh

Biji-bijian utuh seperti gandum dan oat tinggi akan kandungan serat, refinosa, dan pati. Dimana ketiga kandungan tersebut akan berkontribusi dalam memproduksi gas setelah dicerna oleh usus besar.

Uniknya, beras merupakan salah satu jenis gandum yang jika dikonsumsi tidak akan menyebabkan produksi gas berlebih di dalam tubuh.

Beberapa jenis biji-bijian utuh memiliki kandungan gluten, dimana kandungan ini untuk orang yang sensitif dengan kandungan ini akan mengalami perut kembung serta bergas setelah mengosumsinya.

5. Bawang bombay

Bawang bombay juga memiliki kandungan gula alami yaitu fruktosa. Kandungan ini sama dengan rafinosa dan sorbitol yang akan berkontribusi dalam produksi gas saat bakteri dalam usus mencernanya.

6. Produk olahan susu

Produk olahan susu seperti susu, keju, es krim, dan yogurt adalah makanan yang menjadi sumber protein dan kalsium yang baik untuk tubuh. Tetapi juga menjadi sumber makanan yang tinggi akan kandungan gas.

Pada beberapa orang lanjut usia mungkin ada yang mengalami kesulitan dalam mencerna laktosa yang merupakan gula yang terkandung dalam produk olahan susu atau yang dikenal dengan intoleransi laktosa. Dalam hal tersebut, meningkatnya produksi gas di dalam perut merupakan salah satu ciri kondisi dari mengosumsi olahan susu.

7. Makanan kemasan

Makanan kemasan seperti roti, keripik, sereal, serat salad yang berbumbu sebagain besar memiliki kandungan fruktosa serta laktosa. Dimana kedua kandungan tersebut akan memicu peningkatan gas dalam perut Anda.

8. Minuman bersoda

Minuman yang memiliki kandungan soda juga dapat menyebabkan tubuh mengalami produksi gas berlebih.

Soda dan minuman berkarbonasi yang dikonsumsi akan membuat Anda lebih banyak menelan udara. Ketika udara yang masuk melewati saluran pencernaan, maka Anda akan mengalami sendawa serta perut terasa tidak nyaman karena terjadi timbulnya gas.

9. Permen karet

Permen karet bukan termasuk makanan yang mengandung gas, tetapi mengunyah permen karet dapat menimbulkan tubuh kelebihan gas, hal tersebut dikarenakan banyaknya udara yang masuk dalam tubuh.

10. Permen keras

Sama seperti minuman yang memiliki kandungan karbonasi, mengisap permen keras juga akan membuat Anda menelan lebih banyak udara, apalagi permen keras banyak yang menggunakan sorbitol sebagai salah satu zat pemanisnya. Kedua kandungan diatas akan dapat menimbulkan terjadinya gas berlebih dalam tubuh.