Stevia, Pemanis Alami Untuk Penderita Diabetes

Hidup Sehat – Saat ini banyak orang mulai untuk mengurangi asupan gula pasir dan menggantinya dengan pemanis alami salah satunya adalah pemanis dari daun stevia. Gula stevia memiliki sejumlah manfaat yang baik untuk kesehatan, salah satunya dapat mengendalikan diabetes melitus.

Stevia merupakan tumbuhan yang memiliki rasa sangat manis dan sudah banyak digunakan sebagai pemanis minuman sejak dulu. Daun stevia memiliki tingkat kemanisan sekitar 200-300 kali lebih manis jika dibandingkan dengan gula pasir.

Daun stevia diolah serta diekstrasikan menjadi produk pemanis sebagai pengganti gula. Ekstrak daun stevia diproses dengan cara pengeringan, ekstraksi, serta pemurnian. Ekstrak daun ini juga disebut dengan glikosida steviol.

Dengan demikian, penting untuk Anda bahwa, ekstrak daun ini juga dicampur dengan bahan pemanis lainnya, seperti eritritol. Pastikan bahwa Anda melakukan pengecekan kandungan bahan yang digunakan sebelum membeli produk pemanis seperti stevia.

Beberapa manfaat dari stevia pengganti gula untuk kesehatan:

1. Menurunkan berat badan

Stevia memiliki sedikit kandungan kalori jika dibandingkan dengan gula pasir (sukrosa). Dengan demikian stevia merupakan pemanis non-nutrisi. Jika Anda sedang bergumul dengan usaha menurunkan berat badan, Anda dapat menggantikan gula pasir dengan stevia yang dapat dicampurkan sebagai pemanis alami pada secangkir kopi atau teh.

2. Mengendalikan diabetes

Berdasarkan beberapa penelitian mengatakan bahwa stevia dapat mengendalikan gejala diabetes, hal tersebut dikarenakan stevia tidak memberikan efek pada peningkatan gula darah dalam tubuh serta respon tubuh terhadap insulin. Jika Anda memiliki diabetes, stevia dapat membantu mengatur kadar gula darah dalam tubuh.

Dalam sebuah studi yang terdapat dalam jurnal Appetite, stevia secara signifikan akan menurunkan kadar insulin serta gula darah dalam tubuh. Bahkan mengosumsi sedikit stevia juga dapat memberikan rasa kenyang pada partisipan setelah makan.

Walaupun begitu, penelitian yang dilakukan masih sangat terbatas, yakni masih dilakukan pada uji laboratorium, bukan dilakukan dengan pengamatan alami.

3. Mencegah kanker

Stavia memiliki kandungan berbagai molekul antioksidan dan sterol, yaitu kaempferol. Berdasarkan beberapa studi yang dilakukan menemukan bahwa kaempferol bisa membantu Anda menurunkan risiko kanker pankreas sampai 23%.

Beberapa ilmuwan juga menemukan bahwa stevia memiliki potensi untuk melawan sel kanker payudara, paru-paru, lambung, dan mencegah kanker darah (leukimia).

Apakah stevia memiliki efek samping?

Berdasarkan studi yang telah dilakukan mengatakan bahwa stevia tidak akan menimbulkan efek samping. Food and Drug Administration (FDA) mengatakan bahwa glikosida steviol aman untuk dikonsumsi semua orang.

Di Indonesia sendiri, Badan Pengawas Obat dan Makanan mengatakan bahwa esktrak stevia bisa digunakan sebagai pemanis alami, dan dapat dikonsumsi oleh pasien yang mengalami diabetes melitus.

Hal yang menjadi bahan pertimbangan untuk mengosumsi stevia adalah daun stevia itu sendiri, hal tersebut dikarenakan daun stevia merupakan helbal yang dapat berpotensi mengganggu fungsi ginjal, sistem reproduksi, serta sistem kardiovaskular.

Bahkan, daun stevia memiliki potensi dalam menurunkan tekanan darah terlalu rendah, serta dapat berinteraksi dengan obat penurun gula darah.

Untuk menghindari risiko yang ditimbulkan oleh stevia, Anda sebaiknya mengosumsi pemanis stevia dengan sewajarnya.