Mengenal Lebih Dekat Tentang Kelamin Ganda

Hidup Sehat – Kelamin ganda (ambiguous genitalia) adalah salah satu kondisi langka yang terjadi di mana penampilan organ kelamin bayi yang baru dilahrikan tidak jelas, apakah perempuan atau lelaki. Kelamin ganda tidak termaksud penyakit, tetapi gangguan yang terjadi pada perkembangan organ seksual yang mempengaruhi perkembangan seksual anak.

Kelamin ganda tidak langsung dapat dikenali dari pemeriksaan saat kehamilan atau pada saat bayi lahir. Untuk dapat mengetahui jenis kelamin bayi dengan kelamin ganda, dokter memerlukan pemeriksaan lebih lanjut pascapersalinan.

Mengapa Kelamin Ganda dapat terjadi?

Kelamin ganda di kenal banyak istilah, seperti ambiguous genitalia, hermafrodi, dan interseks. Secara umum, bayi akan dikatakan mengalami kelamin ganda jika:

  • Memiliki ovarium dan tetis dengan alat kelamin ekternal yang tidak terlihat jelas, apakah laki-laki atau perempuan
  • Memiliki ovarium serta bentuk alat kelamin eksternal yang mirip penis
  • Mempunyai alat kelamin wanita eksternal (termasuk vulva) dan testis yang tidak turun ke skrotum (jadi kantung pelirnya tidak berisi testis)

Kalamin ganda dapat terjadi jika selama kehamilan ada suatau hal yang tidak berjalan dengan baik atau normal sehingga mengganggu perkembangan organ seks janin, contohnya:

  • Kurangnya hormon laki-laki pada janin laki-laki
  • Kelebihan hormon laki-laki pada janin perempuan
  • Mutasi pada gen tertentu
  • Kelainan kromosom dan genetik, seperti sindrom insensitivitas androgen
  • Ibu hamil mengosumsi obat-obatan tertentu
  • Adanya tumor yang mempengaruhi hormon ibu pada saat mengandung

Tanda-tanda terjadinya kelamin ganda

Jika secara genetik bayi berkelamin perempuan, tanda-tanda kelamin ganda yang dapat terlihat yaitu:

  • Klitoris berukuran besar sampai terlihat seperti penis kecil
  • Labia atau bibir vagina luar dan dalam kemungkinan menyatu dan terlihat seperti skrotum
  • Terkadang terasa ada benjolan jaringan di dalam labia yang menyatu, membuatnya terlihat seperti skrotum dengan testis
  • Pembukaan uretra (tempat urine keluar atau lubang kencing) bisa berada di sepanjang, di atas, atau di bawah permukaan klitoris
  • Bayi sering dianggap berjenis kelamin laki-laki, tetapi testis tidak kunjung turun

Jika secara genetik bayi berkelamin laki-laki, tanda-tanda kelamin ganda yang dapat terlihat yaitu:

  • Memiliki ukuran penis kecil (kurang dari 2 atau 3 cm) hingga terlihat seperti klitoris yang membesar dan dengan pembukaan uretra lebih dekat ke skrotum
  • Pembukaan uretra dapat berada di sepanjang, di atas, atau di bawah penis, bisa juga terletak pada perineum (daerah antara anus dan skrotum atau vulva) sampai membuat bayi seperti berjenis kelamin perempuan
  • Kemungkinan ada skrotum kecil yang terpisah, dan terlihat seperti labia
  • Testis tidak turun dan skrotum kosong sampai terlihat seperti labia, disertai dengan atau tanpa penis kecil

Penanganan yang harus dilakukan jika terjadi kelamin ganda

Kelamin ganda dapat mempengaruhi psikologis serta kesejahteraan sosial, tidak hanya pada orang tua, tetapi juga terjadi pada anak yang sedang beranjak dewasa. Oleh sebab itu, kondisi ini harus ditangani dengan sangat hati-hati serta memerhatikan berbagai faktor. Akan tetapi, kasus kelamin ganda masih tergolong kompleks dan jarang terjadi, sehingga perlu dibentuk tim dokter khusus untuk menanganinya.

Tim dokter akan terbentuk dari dokter spesialis anak, ahli urologi pediatrik, dokter ahli perawatan bayi baru lahir, dokter ahli bedah umum anak, dokter ahli sistem endokrin dan kelenjar, dokter ahli genetik, dan psikolog.

Kasus kelamin ganda akan ditangani dengan cara operasi. Tindakan ini juga akan dilanjutkan dengan terapi hormon pada saat anak berusia remaja. Terapi hormon ini akan membantu mereka menjalani masa pubertas. Bahkan, tidak kalah penting adalah konseling untuk menjaga kesehatan psikologis serta emosi orang tua dan anak.

Pengobatan kelamin ganda dilakukan bukan hanya untuk kesejahteraan sosial ataupun kondisi psikologi anak, tetapi juga kesehatan fisik anak itu sendiri. Megapa demikian? Hal itu dikarenakan kelamin ganda dapat menyebabkan beberapa gejala seperti ketidaksuburan, gangguan fungsi seksual, meningkatnya risiko penyakit kanker, sampai rasa tidak nyaman tentang identitas gender.

Kelamin ganda yang terjadi memang dapat diatasi dengan prosedur operasi. Tetapi, hal tersebut tidak dapat diputuskan dengan sembarangan atau tanpa pertimbangan yang matang baik dari si anak atau orang tua. Hal tersebut karena menyangkut hayat hidup anak dari kecil hingga tua nanti.