Syarat & Ketentuan Dalam Melakukan Donor Darah

Hidup Sehat – Donor darah adalah proses yang dilakukan seseorang untuk menyumbangkan darahnya yang dilakukan secara sukarela. Donor darah dilakukan untuk membantu menyelamatkan orang lain yang kehilangan banyak darah.

Dalam Peraturan Pemerintah No. 7/2011 tentang Pelayanan Darah juga sudah mengatakan bahwa tindakan atau kegiatan donor darah ditujukan untuk upaya pelayanan kesehatan yang memanfaatkan pendonor darah untuk tujuan kemanusiaan dan tidak dibenarkan kegunaannya untuk tujuan komersial.

Banyak orang yang bersedia menjadi pendonor, tetapi tidak semua orang dapat menjadi pendonor darah. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan untuk memastikan keamanan darah yang dapat disalurkan untuk penerima dan kesehatan pendonor tetap baik setelah melakukan donor darah.

Melakukan pendonoran darah juga harus diperhatikan, bahwa yang berhak melakukan proses penyelenggaraan donor darah dan pengelolahan darah adalah Unit Donor Darah (UDD) yang diselenggarakan oleh organisasi sosial dengan tugas pokok dan fungsinya dalam bidang kepalangmerahan atau dalam hal ini Palang merah Indonesia (PMI).

Adapun beberapa persyaratan secara umum yang harus diketahui jika Anda ingin mendaftarkan diri sebagai pendonor menurut Palang Merah Indonesia (PMI) yaitu:

  • Usia berkisar 17-60 (untuk usia 17 tahun diperbolehkan menjadi pendonor jika mendapatkan izin tertulis dari orang tua)
  • Memiliki berat badan minimal 45 kg
  • Temperatur tubuh berkisar 36,6 – 37,5 derajat Celcius
  • Memiliki tekanan darah baik untuk sistole = 110-160 mmHg, dan diastole = 70-100 mmHg
  • Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50-100 kali/menit
  • Memiliki hemoglobin minimal 12 gram untuk perempuan, sedangkan untuk laki-laki minimal 12,5 gram
  • Jumlah penymbangan per tahun paling banyak 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan
  • Bagi calon pendonor darah diajukan untuk mengambil serta menandatangani formulir pendaftaran, setelah itu pendonor akan menjalani serangkaian pemeriksaan pendahulu, yaitu pemeriksaan berat badan, hemoglobin, golongan darah, setelah itu dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter

Jika seluruh persyaratan yang diajukan diatas terpenuhi, maka selanjutnya adalah pendonor harus memiliki tubuh yang sehat secara jasmani dan rohani. Kondisi ini diperlukan karena darah yang diambil akan di masukkan kedalam tubuh orang lain.

Ada beberapa kondisi yang membuat Anda gagal dalam menjalani donor darah, yaitu:

  • Tidak mendapatkan izin dari dokter untuk melakukan donor darah yang disebabkan oleh kondisi kesehatan
  • Menderita diabetes
  • Memiliki penyakit jantung dan paru-paru
  • Memiliki tekan darah tinggi
  • Menderita epilepsi atau sering mengalami kejang
  • Memiliki riwayat penyakit menular atau berisiko terkena penyakit menular seperti sifilis, HIV/AIDS, flu, hepatitis B atau hepatitis C
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Memiliki gangguan pada darah seperti hemophilia dan thalasemia
  • Pernah menjadi pecandu narkoba atau minuman keras
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah melakukan tato atau tindik telinga
  • Dalam jangka waktu 72 jam setelah melakukan operasi gigi
  • Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah operasi kecil
  • Tidak sedang kondisi hamil atau menyusui

Tidak hanya dapat membantu orang lain, melakukan donor darah juga akan memberikan beberapa manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh, seperti membantu produksi kadar zat besi dalam tubuh berkurang. Kadar zat besi yang berlebihan akan membuat sel darah merah menjadi berbahaya dalam organ tubuh.

Selain itu, membakar kalori juga menjadi salah satu keuntungan yang bisa didapatkan setelah Anda melakukan donor darah yaitu berkurang sampai 650 kalori.