3 Mitos Tentang Tidur Yang Masih Banyak Dipercaya

Hidup Sehat Tidur merupakan salah satu mekanisme tubuh yang beguna untuk mengembalikan energi serta memperbaiki metabolisme tubuh. Oleh sebab itu, tidur yang cukup adalah kebutuhan bagi semua orang.

Aktivitas tidur memang terlihat sangat sederhana namun banyak mitos yang masih dipercaya. Terkadang membuat anda salah paham dan akhirnya memberikan efek buruk bagi kesehatan tubuh. Berikut 3 mitos tentang tidur yang masih banyak dipercaya, dilansir dari Psychologytoday :

1. Membayar Hutang Tidur Pada Akhir Pekan

Saat kerjaan menumpuk dan sedang kejar deadline, anda berpikir bahwa akhir pakan dapat mengganti jam tidur yang sudah hilang. Hla ini membuat terlalu menyepelekan kualitas tidur.

Faktanya, pada sebuah penilitian menunjukkan bahwa tidur di akhir pakan tidak dapat menggantikan jam tidur yang sudah hilang di waktu sebelumnya. Bahkan terlalu banyak tidur juaga akan menggangu jadwal tidur dan anda akan mengalami insomnia. Oleh sebab itu mitos tentang membayar hutang tidur pada akhir pekan sangat tidak dianjurkan karena tidak bagus untuk kesehatan dan merusak jadwal tidur anda.

2. Susu Hangat Mempercepat Rasa Kantuk

Kandungan asam amino yang ada pada susu dipercaya dapat mengundang rasa kantuk. Namun, menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Arkanas tidak menunjukkan adanya bukti yang mendukung pernyataan ini.

Faktanya, kandungan asam amino yang ada pada susu ternyata kurang bisa untuk mempercepat rasa kantuk. Jika memang setelah minum susu bisa mengundang rasa kantuk itu mungkin perut dalam keadaan kenyang.

3. Membutuhkan 8 Jam Tidur

Masih banyak yang masih mempercayai tidur selama 8 jam membuat tubuh menjadi segar dan sehat. Jika kurang tidur, bisa jadi tubuh akan mengalami beberapa masalah kesehatan. Namun kenyataanya tidak semua orang membutuhkan waktu tidur 8 jam. Namun, yang menjadi kenyataan tidak semua orang membutuhkan waktu tidur 8 jam. Setiap orang memiliki kebutuhan tidur sesuai dengan porsinya masing-masing dan hal ini dapat di dasari oleh genetik.

Meskipun hormon ritme sirkadian manusia berjalan selama 24 jam. akan tetapi jam biologis setiap individu memiliki waktu yang berbeda-beda. Pengaturan waktu sirkadian dapat mempengaruhi seberapa banyak waktu tidur yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Terlalu fokus memikirkan agar mencapai target standar 8 jam, hanya akan membuat stres ataupun sebalikanya anda fokus pada kualitas tidur.