5 Penyakit Mulut yang Bisa Menyertai Infeksi HIV

Hidup Sehat – Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, yang selanjutnya melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Kumpulan gejala penyakit dari infeksi HIV pada fase yang parah dikenal sebagai acquired immune deficiency syndrome (AIDS).

Adanya penyakit mulut tertentu merupakan salah satu tanda yang pertama kali muncul akibat penyakit HIV. Gejala-gejala penyakit pada rongga mulut ini harus dikenali sebagai diagnosis awal dari infeksi HIV.

1. Sariawan

Sariawan merupakan hal yang umum terjadi di fase awal pada pasien yang terinfeksi HIV. Hal ini ditandai dengan adanya tanda luka yang sakit pada jaringan lunak mulut, seperti di bagian dalam pipi, langit-langit mulut dan sisi lidah.

Berdasarkan sebuah studi dalam Andalas Dental Journal tahun 2019, sariawan terjadi pada sekitar 1-7 persen dari pasien yang terinfeksi HIV. Sariawan dapat mengganggu proses pengunyahan, menelan, dan berbicara. Namun, biasanya sariawan bisa sembuh dengan sendirinya dan penyembuhannya terjadi sekitar 2-6 minggu.

2. Kandidiasis oral

 

Penyakit ini juga merupakan gejala awal dari adanya infeksi HIV, penyebab terjadinya kandidiasis oral adalah jamur Candida albicans. Menurut sebuah laporan dalam Andalas Dental Journal tahun 2019, keadaan ini dapat menyerang jaringan lunak di mana saja tetapi lidah dan langit-langit mulut adalah daerah yang paling sering terkena.

Penyakit mulut ini tampak sebagai lapisan putih atau kuning yang melekat dan dapat dikelupas, serta meninggalkan jaringan lunak yang berwarna merah di bawahnya. Umumnya, kondisi ini bersifat akut, tetapi juga bisa bertahan selama beberapa bulan pada pasien dengan HIV positif.

3. Penyakit jaringan pendukung gigi

Penyakit jaringan pendukung gigi merupakan penyakit infeksi bakteri yang umum terjadi pada pasien HIV. Biasanya hal ini ditandai dengan adanya peradangan pada gusi, gusi berdarah, nyeri pada gusi, gigi goyang, terkadang juga bisa disertai luka. Berdasarkan sebuah laporan dalam jurnal Sari Pediatri tahun 2006, kondisi ini merupakan penyakit yang berlangsung secara progresif dan bisa menyebabkan kerusakan tulang.

4. Infeksi virus herpes simpleks

Menurut sebuah studi dalam jurnal Stomatognatic tahun 2010, pada hal ini pasien mengalami demam dan malaise (perasaan kurang sehat dan lesu), adanya lesi penyakit mulut pada gusi, langit-langit mulut, bahkan pada sudut bibir. Infeksi virus ini tampak seperti vesikel, lalu lesi tersebut menjadi bentukan ulser tidak beraturan yang sakit. Infeksi herpes simplex virus (HSV) juga dapat menyertai penyakit mulut pada pasien HIV positif.

5. Sarkoma Kaposi

Sarkoma Kaposi adalah tumor ganas yang hampir selalu terjadi pada pasien HIV. Penyakit ini biasa menyerang langit-langit mulut dan tampak seperti bercak berdarah keunguan di tahap awal, serta dapat berbentuk rata atau bengkak.

Menurut laporan di jurnal Sari Pediatri tahun 2006, perawatan untuk keganasan ini adalah radiasi, bedah laser, atau kemoterapi. Terapi bedah konvensional juga bisa digunakan untuk kasus yang masih ringan.