5 Dampak yang Dialami Tubuh Jika Kurang Olahraga

Hidup Sehat- Selain menjaga pola makan secara teratur, untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar adalah dengan berolahraga secara rutin sesuai dengan porsi yang tepat.

Namun karena beberapa hal, seseorang bisa saja terpaksa tidak melakukan olahraga untuk waktu yang lama. Misalnya karena sakit atau tidak bisa menemukan waktu senggang di tengah kesibukannya.

Rutin berolahraga berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara energi yang masuk ke dalam tubuh dan yang dikeluarkan tubuh. Orang dewasa dianjurkan untuk berolahraga dengan iitensitas sedang setidaknya selama 150 menit dalam sepekan atau olahraga dengan itensitas tinggi selama 75 menit seminggu.

Dikutip dari laman LiveStrong, berikut beberapa hal yang dialami tubuh jika malas berolahraga :

1. Risiko Penyakit Jantung

Aktivitas fisik sangat mempengaruhi jantung untuk memompa darah ke otot-otot yang bekerja. Aktivitas fisik seperti olahraga, memberikan banyak manfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung.

” Latihan aerobik telah terbukti dapat meningkatkan sirkulasi dan tekanan darah yang menjadi ukuran seberapa baik jantung memompa darah ke seluruh tubuh,” jelas Lynn Marie Morski, MD, dokter olahraga.

Jantung seperti otot yang lainnya, merespon ketegangan dari olahraga yang dilakukan menjadi lebih kuat. Tannpa berolahraga, anda tidak bisa memberikan rangasangan yagn dibutuhkan jantung untuk menjadi lebih kuat, ini bisa berdammpak pada kesehatan anda.

2. Cepat Lupa

Sebuah studi yang dilakukan pada bulan Januari 2020 yang dimuat dalam Mayo Clinic Proceedings, menjelaskan bahwa saat anda tidak berolahraga, maka sistem otak akan lebih rentang dan cepat menjadi pelupa.

Latihan artobik disebut bisa membantu meningkatkan daya ingat. Dalam studi pada Februari 2015 yang diterbitkan dalam sebuah jurnal yang berjudul Bristish Journal of Sports Medicine, latihan aerobik secara teratur terbukti secara signifikan meningkatkan volume hipokampus pada wanita lanjut usia. Itu menunjukkan perbedaaan struktural yang sebenarnya antara otak orang yang tidak banyak bergerak dan merka yang berolahraga secara teratur.

3. Kesehatan Mental Terganggu

Rebahan secara terus menerus tidak hanya bisa berdampak secara fisik, namun kebiasaan buruk tersebut juga memicu risiko pada kesehatan mental juga. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity tahun 2018 mengungkapkan bahwa rebahan atau bermalas-malasan lebih dari tiga jam sehari akan meningkatkan gejala-gejala depresi.

Berbading terbalik dengan kondisi tersebut, ternyata berolahraga justru akan membuat kita bahagia karena otak akan mengeluarkan hormon dopamin dan serotonin. Keduanya berkaitan erat dengan rasa senang.

4. Kesehatan Tulang Buruk

Olahraga dengan intensitas tinggi memang bisa meningkatkan risiko cedera pada tulang dan sendi. Namun jangan salah, tidak berolahtraga ternyata juga bisa membahayakan tulangmu.

Gaya hidup seperti itu akan mempercepat pengeroposan, terutama pada wanita yang memang lebih rentan. Sebaliknya, menurut sebuah studi Januari 2018 di Rambam Maimonides Medical jika berolahraga dua hingga tiga kali seminggu bisa menjaga massa tulang dan fleksibilitasnya.

5. Risiko Kanker

Peneliti menyebut jika tidak berolahraga, risiko terhadap jenis kanker tertentu akan meningkat. Kanker menjadi penyebab nomor dua di dunia, menurut laporan September 2018 yagn diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Berdasarkan temuan dari 25 penelitian yang mengamati 17 jenis kanker, tidak berolahraga dan hanya bermalas-malasan dikatikan dengan penginkatan kerjadian kanker endometrium dan ovarium dan juga berpotensi kanker payudara, kolorektal dan paru-paru.

Sebaliknya, jika berolahraga secara teratur akan menurunkan risiko kanker. Dalam sebuah studi yang dilakukan pada Juni 2019 yagn diterbitkan dalam Medicine anda Science in Sport Exercise, peneliti menemukan hubungan yang kuat antara olahraga secara teratur dan penurunan risiko beberapa jenis kanker.