Dikenal Sebagai Minuman Tradisional, 5 Fakta Teh Daun Kopi yang Berkhasiat

Hidup Sehat- Tidak hanya biji kopinya saja yang dapat dimanfaatkan, namun daun dari tanaman kopi juga bisa diolah sebagai teh. Populer dengan sebutan kawa daun yang kaya akan khasiat.

Pada umumnya telah diolah dari tanaman bernama Camelia Sinenis, namun ada juga teh yang diracik dari daun kopi. Daun kopi yang biasanya dibuang begitu saja ternyata juga bisa diolah menjadi minuman yang bermanfaat untuk kesehatan. Racikan teh daun kopi ini sebenarnya sudah ada sejak abad ke-19 dan baru sekarang ini menjadi populer.

Di balik itu semua, ada kisah menarik tentang awal mula kemunculan teh daun kopi. Nah, teh daun kopi ini mudah dibuat, selain rasanya juga memiliki ciri khas tersendiri teh daun kopi juga memiliki kandungan berbagai nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan. Maka tak heran jika khasiat yang diberikan juga sangat banyak, bisa jadi racikan teh daun kopi ini akan populer di dunia

Berikut 5 fakta tentang teh daun kopi :

1. Asal Muasal Teh Daun Kopi

Teh daun kopi sangat populer di Sumatera dan Jawa, selain itu ada beberapa negara lain yang sering mengonsumsi teh daun kopi, seperti Ethiopia, Jamaica, India, hingga Sudan. Di Indonesia sendiri, awal mula masyarakatnya meracik teh daun kopi ini sejak abad ke-19.

Saat dijajah oleh Belandan yang mengangkut tanaman kopi ke wilayah pertanian tertentu di Indonesia. Para pekerja di perkebunan kopi itu dilarang keras untuk mengonsumsi kopi yang mereka panen, sehingga mereka meminum sesuatu yang disebut kawa daun. Kawa daun adalah minuman daun kopi yang diseduh seperti teh.

2. Cara membuat Teh Daun Kopi

Mudah untuk meracik teh daun kopi, caranya bahkan sama persis dengan cara membuat teh pada umumnya. Pertama, Daun kawa atau daun kopi yang telah dipetik dijemur terlebih dahulu di bawah sinar matahari. Cara ini bertujuan untuk mengurangi rasa pahit saat diseduh nanti.

Selanjutnya, daun kopi di asapi dan di sangrai selama beberapa jam. Jika sudah mengering, daun kopi baru dapat diseduh dalam air mendidih. Biasanya orang dulu menyajikan teh daun kopi menggunakan batok kelapa. Teh daun kopi dapat dikonsumsi saat pagai hari.

3. Rasa Teh Daun Kopi

Teh daun kopi memiliki beberapa kesamaan dengan teh hijau. Namun rasanya lebih manis, rasanya digambarkan seperti ada jejak tanah. Sebagaian orang menganggap bahwa rasanya mirip seperti kopi. Namun seorang Marketing Communications Manager for Impact Roasters, Lina Sazanauskaite justru beranggapan sebaliknya.

“Meski terbuat dari daun kopi, teteapi rasanya sama sekali berbeda dengan kopi,” ungkap Lina, seperti yang dikutip dari Perfect Dialy Grind.

Lebih lanjut, Lina menjelaskan bahwa mungkin bagi yang pertama kali mencicipinya rasanya seperti kopi. Namun, lama kelamaan rasa kopi itu akan tidak terasa sedikitipun. Namun, sama speerti biji kopi, rasa teh daun kopi berbeda-beda tergantung di mana biji kopi itu ditanam.

4. Nutrisi Teh Daun Kopi

Kandungan kafeiin dalam teh daun kopi lebih rendah daripada teh hijau. Selain itu, teh daun kopi lebih rendah daripada teh hijau. Selain itu, teh daun kop;i juga kaya akan antioksidan sehingga dapat berperan untuk menyembuhkan atau meredakan gejala flu, melawan penyakit jantung, diabetes dan kanker.

Nutrisi dan khasiat teh daun kopi juga telah dibuktikan oleh para peneliti dari Royal Botanic Gardens di South West London, Inggris bersama dengan para peneliti di Montpeliier, Prancis.

Dalam penelitian tersebut, ada tujuh jenis spesies tanaman kopi yang mendandung senyawa kimia mangiferin. Senyawa kimia itu memiliki khasiat, mulai dari sifat anti peradangan, menurunkan kadar kolesterol, melindungi saraf otak hingga mengurangi risiko diabetes.

5. Apakah Teh Daun Kopi Jadi Populer ?

Menurut World Tea News, seklitar lima juta orang minum teh daun kopi di seluruh dunia. Namun, pada awal 2020, European Food Safety Authority setuju bahwa produk teh daun kopi akan dijual di seluruh Eropa, yang berarti pasar penjualan teh daun kopi bisa menjadi lebih besar dalam beberapa bulan mendatang.

“Terlepas dari fakta bahwa daun kopi telah dikonsumsi di beberapa negara sejak ratusan tahun lalu, baru dalam waktu dekat ini dikenal oleh banyak masyarakat luas. Kami percaya ini mungkin akan menjadi langkah awal untuk membuka lebih banyak asa bagi teh daun kopi untuk bersaing di pasar Eropa,” ungkap Lina Sazanauskaite.

Lebih lanjut Lina juga menjelaskan bahwa ada kemungkinan teh daun kopi banyak disajikan di kafe-kafe kekinian. Apalagi tanaman kopi dapat tumbu dan dipanen sepanjang tahun.