Dampak dan Bahaya Minuman Keras Beralkohol

Hidup Sehat- Alkohol merupakan minuman keras yang bisa mempengaruhi berbagai struktur dan proses sistem saraf pusat karena, selain itu alkohol juga memiliki efek toksik. Efek yang cukup besar tersebut ada pada sistem pencernaan dan kardiovaskular.

Minuman beralkohol diklasifikasikan sebagai karsinogenik oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker dan meningkatkan risiko beberapa jenis penyakit kanker. Alkohol sebagai imunosupresan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit menular diantaranya tuberkolosis hingga HIV.

Mengonsumsi minuman keras beralkohol juga dikatikan dengan beberapa risiko kesehatan jangka pendek dan jangka panjang. Hal itu akan membuat sulit untuk menentukan ambang batas populasi yang berlaku secara universal untuk minum berisiko rendah.

Berikut beberapa dampak dan bahaya dari minuman keras beralkohol :

1. Kadar Gula

Pangkreas membantu mengatur pengunaan insulin pada dan respon terhadap glukosa. Ketika pangkreas dan hati tidak berfungsi dengan baik. Hal tersebut akan berisiko mengalami gula darah rendah. Pankreas yang rusak juga dapat mencegah tubuh memproduksi cukup insulin untuk memanfaatkan gula.

Jika tubuh tidak dapat mengelola dan menyeimbangkan kadar gula darah maka dapat berpotensi mengalami komplikasi dan efek samping yang lebih besar terkait diabetes.

2. Sistem Saraf Pusat

Dampak lain dari bahaya mengonsumsi minuman keras beralkohol adalah dapat mempengaruhi kerja sistem saraf pusat. Cara berucap yang cadel menjadi salah satu dampak terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol. Alkohol juga dapat mengurangi komunikasi antara otak dan tubuh sehingga akan membuat koordinasi menjadi lebih sulit.

Karena alkohol menyebabkan lebih banyak kerusakan pada sistem saraf pusat yang mungkin menyebabkan mati rasa dan kesemutan pada kaki dan tangan.

Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras beralkohol juga bisa membuat otak sulit mengingat dengan jangka panjang. Seiring waktu, kerusakan lobus frontal dapat terjadi, area otak ini bertangguna jawab untuk mengontrol emosional, memori jangka pendek dan penilaian.

3. Sistem Pencernaan

Keterkaitan antara mengonsumsi alkohol dan sistem pencernaan memang tidak dapat terlihat secara detail. Namun terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol akan dapat merusak jaringan di saluran pencernaan dan mencegah usus mencerna makanan serta menyerap nutrisi dan vitamin. Akibatnya bisa terjadi malnutrisi.

Mengonsumsi minuman beralkohol banyak juga bisa mengakibatkan perut kemung, diare, hingga pendarahan internal yang berbahaya.

4. Sistem Imun

Minum banyak alkohol juga bisa mengurangi sitem kekebalan tubuh alami. Hal ini membuat tubuh akan lebih sulit untuk melawan kuman dan virus yang akan menyerang tubuh.

Orang yang minum alkohol dalam dalam jangka waktu yang lama juga lebih berpotensi mengembangkan pneumonia dan tuberkolosis daripada masyarakat normal. Dilasir dari Healthline, sekitar 10% dari semua kasus penyakit tuberkolosis di seluruh dunia terkait dengan mengonsumsi alkohol. Minum alkohol juga meningkatkan risiko beberapa jenis kanker mulai dari mulut, payudara hingga usus besar.

5. Ginjal

Minuman keras beralkohol juga memiliki efek diuretik sehingga dapat meningkatkan produksi urin dalam tubuh. Semakin banyak alkohol dikonsumsi maka jumlah urin yang diproduksi semakin banyak. Hal ini membuat ginjal mengalami kesulitan untuk mengatur aliran urin dan cairan tubuh ke seluruh tubuh. Keseimbangan elektrolit dalam tubuh pun menjadi terganggu dan memicu dehidrasi.

Dampak negatif dan berbahaya dari konsumsi minuman keras beralkohol ialah sangat rentan alami komplikasi penyakit yang bisa berakibat fatal seperti kerusakan tulang, kanker sehingga serangan jantung.