Apa Itu Ejakulasi Dini? Dan Bagaimana Mengatasinya

Hidup Sehat – Apa itu ejakulasi dini? Ejakulasi adalah pelepasan sperma dan cairan semen melalui penis. Idealnya, seorang pria memerlukan proses dari rangsangan seksual hingga mengalami ejakulasi. Dikutip dari Mayo Clinic, ejakulasi dini merupakan kondisi ketika seorang pria berejakulasi lebih cepat dari yang diinginkan saat berhubungan seksual.

Keluarnya air mani dapat terjadi sebelum berhubungan seksual, misalnya saat baru memulai foreplay. Ada pula pria yang mengalaminya ketika baru melakukan penetrasi ke vagina atau beberapa saat setelah penetrasi dilakukan. Persamaan dari ketiganya adalah hilangnya kontrol terhadap orgasme.

Kehilangan kontrol terhadap ejakulasi seharusnya tidak menjadi masalah jika hanya sesekali terjadi. Seperti pria yang sudah lama tidak mengalami ejakulasi, sangat mungkin mengalami orgasme lebih cepat.

Keluhan ini baru menjadi masalah jika terjadi setiap kali berhubungan seksual. Gangguan saat ejakulasi juga bukanlah sesuatu yang membahayakan kesehatan pria. Namun, ejakulasi dini yang terjadi terus menerus bisa menjadi masalah bagi para pria dan menimbulkan rasa kecewa pada pasangan.

Hal ini karena lambat laun, kondisi ini dapat menjadi pemicu masalah kesuburan.

Apa saja jenis-jenis ejakulasi dini?

Berdasarkan saat terjadinya, ejakulasi dini terbagi menjadi dua kategori berikut:

Gangguan ejakulasi primer

Masalah ejakulasi yang muncul begitu Anda mulai aktif berhubungan seksual. Kondisi ini dapat terjadi dalam frekuensi yang cukup sering atau bahkan setiap kali Anda melakukan hubungan intim.

Gangguan ejakulasi sekunder

Berbeda dengan gangguan primer, kondisi ini merupakan hal yang baru. Sebelumnya, Anda tidak pernah mengalami gangguan apa pun.

Seberapa umumkah ejakulasi dini?

Di antara banyaknya masalah kesuburan pada pria, ejakulasi dini merupakan salah satu keluhan yang paling umum dan bisa dialami segala usia. Terutama bagi Anda yang rentan mengalami stres, disfungsi ereksi, serta memiliki faktor lain yang seringkali luput dari perhatian.

Jumlah pria yang mengalaminya bervariasi, tapi setidaknya 1 dari 3 orang pria pernah memiliki keluhan yang sama dan menghadapi kesulitan saat mengatasinya.

Apakah ejakulasi dini memengaruhi kesuburan?

Dapat dikatakan bahwa ejakulasi dini bukan penyebab langsung dari masalah kesuburan pada pria. Walaupun, kondisi ini bisa menimbulkan masalah bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.

Rasa gelisah, malu, hingga frustasi ini bisa mengganggu kualitas hubungan sehingga memengaruhi kesuburan secara tidak langsung. Namun, sebaiknya Anda dan pasangan tidak khawatir berlebihan karena kondisi ejakulasi dini masih bisa membuat wanita hamil.

Hal ini karena yang terpenting adalah penetrasi tetap terjadi di dalam vagina dan tidak menggunakan alat pengaman. Air mani pada umumnya mengandung 100 hingga 200 juta sperma aktif dalam 2 hingga 5 ml cairan yang keluar.

Ciri-ciri & gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala ejakulasi dini?

Gejala atau ciri-ciri utama dari ejakulasi dini adalah ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi lebih dari satu menit setelah penetrasi.

Akan tetapi, kondisi ini juga dapat terjadi pada situasi seksual apapun, termasuk masturbasi.

Secara normal, waktu rata-rata yang dibutuhkan oleh pria untuk ejakulasi akan memakan waktu sekitar 4-5 menit.

Akan tetapi, sebagian besar pakar kesehatan mengartikan salah satu ciri-ciri ejakulasi dini biasanya hanya dalam hitungan 30-60 detik atau kurang dari dua menit setelah penetrasi.

Ejakulasi dini juga ditandai dengan orgasme yang terjadi bahkan setelah rangsangan seks yang minim.

Pria yang bermasalah dengan ejakulasi sangat mungkin mengalami penurunan gairah seksual. Akibatnya, Anda juga akan kerap merasa bersalah, malu, bahkan frustrasi.

Namun, ejakulasi yang terjadi lebih cepat tidak secara otomatis menandakan bahwa Anda mengalami ejakulasi dini.

Perhatikan terlebih dulu apakah kondisi tersebut hanya terjadi sesekali atau berulang.

Jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter mengenai ciri-ciri, tanda, atau masalah lainnya yang berkaitan dengan kondisi ini.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Berkonsultasilah dengan dokter ketika selalu mengalami masalah ejakulasi setiap kali berhubungan seksual.

Hampir semua pria malu untuk mengutarakan masalah kesehatan seksual.

Akan tetapi, akan lebih baik untuk mendiskusikan hal ini dengan tenaga medis yang memahami keluhan Anda.

Apalagi, ejakulasi dini adalah kondisi yang dapat ditangani.

Penyebab

Apa penyebab ejakulasi dini?

Penyebab ejakulasi dini sebenarnya belum diketahui secara pasti. Dahulu, pemicunya diduga hanya berasal dari faktor psikologis penderita.

Kini, banyak ahli yang sepakat bahwa ejakulasi yang terjadi di luar kendali adalah dampak dari masalah psikologis dan biologis sekaligus.

Faktor-faktor psikologis yang dapat menyebabkan gangguan ejakulasi di antaranya adalah:

  • Pengalaman seksual termasuk trauma akan kekerasan seksual.
  • Kepercayaan diri yang rendah.
  • Citra tubuh yang buruk sehingga menurunkan kepercayaan diri.
  • Harapan yang tidak realistis terkait performa seksual.
  • Gangguan psikologis seperti depresi, gangguan kecemasan, atau stres berkepanjangan
  • Rasa bersalah yang menimbulkan kecenderungan terburu-buru saat berhubungan seksual
  • Masalah pribadi dengan pasangan
  • Rangsangan seksual yang berlebihan

Sementara itu, faktor biologis yang dapat memicu kondisi ini di antaranya:

  • Tingkat hormon abnormal, termasuk rendahnya jumlah serotonin dalam tubuh.
  • Tingkat neurotransmiter abnormal di otak.
  • Aktivitas refleks yang abnormal dari sistem ejakulasi.
  • Masalah pada tiroid
  • Peradangan dan infeksi pada pada prostat atau uretra.
  • Kerusakan pada saraf karena operasi atau cedera (sangat jarang terjadi).

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk ejakulasi dini?

Sama seperti kondisi kesehatan lainnya, masalah ejakulasi awal juga memiliki sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan gangguan kesehatan.

Ejakulasi dini lebih banyak terjadi pada pria yang mengalami disfungsi ereksi atau disebut juga sebagai impotensi.

Saat menerima rangsangan seksual, tubuh meresponsnya dengan ereksi pada penis.

Rasa cemas akan ketidakmampuan mempertahankan ereksi pun dapat membuat Anda ingin segera menyelesaikan hubungan seksual, baik secara sengaja ataupun tidak.

Beberapa penyakit kronis berkaitan erat dengan gangguan pada ereksi dan ejakulasi. Keduanya dipengaruhi oleh sistem saraf dan peredaran darah menuju penis.

Apabila tidak ditangani, maka organ reproduksi yang mengalami dampaknya. Jenis-jenis penyakit kronis yang bisa menjadi penyebab ejakulasi dini seperti:

  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan hormon
  • Gangguan prostat

Diagnosis

Bagaimana cara dokter mendiagnosis kondisi ini?

Diagnosis terhadap masalah ejakulasi ditentukan berdasarkan gejala yang Anda alami.

Oleh karena itu, dokter perlu mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan gambaran mengenai gangguan ejakulasi dan kaitannya dengan kehidupan seksual.

Pertanyaan yang diajukan oleh dokter biasanya meliputi:

  • Sudah berapa lama Anda mengalami masalah ejakulasi?
  • Seberapa sering Anda mengalami ejakulasi dini?
  • Seberapa besar rangsangan seksual yang dibutuhkan untuk membuat Anda mengalami ejakulasi?
  • Apakah masalah ejakulasi hanya terjadi sesekali atau setiap kali berhubungan seksual?
  • Apakah Anda mampu menahan ejakulasi hingga akhir penetrasi?
  • Apakah pasangan merasa tidak nyaman atau frustrasi?
  • Bagaimana dampak masalah ejakulasi terhadap aktivitas seksual Anda?
  • Bagaimana dampak masalah ejakulasi terhadap kualitas hidup Anda?

Jika riwayat seksual dianggap belum cukup untuk menggambarkan faktor-faktor penyebabnya, maka dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lainnya.

Pemeriksaan penunjang mencakup pemeriksaan saraf, prostat, urine, tes level hormon, dan aspek lainnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk saya?

Sebagian besar kasus orgasme dini disebabkan oleh faktor psikologis dan dapat ditangani dengan baik.

Pilihan penanganan yang digunakan dilakukan melalui pengobatan medis atau terapi psikologi.

Berikut adalah metode untuk mengobati ejakulasi dini yang bisa dilakukan dengan obat tertentu:

Anestesi topikal

Krim anastesi dan semprotan yang menimbulkan sensasi kebas seperti lidocaine atau prilocaine terkadang digunakan untuk obat ejakulasi dini.

Produk-produk ini digunakan pada penis sesaat sebelum berhubungan seksual untuk mengurangi sensasi dan membantu menunda ejakulasi.

Meskipun anestesi topikal terbilang efektif, metode ini juga berpotensi menimbulkan sejumlah efek samping.

Sebagai contoh, beberapa pria mengeluhkan kehilangan sensitivitas sementara dan penurunan gairah seksual.

Obat yang dikonsumsi langsung

Terdapat berbagai jenis obat-obatan untuk mengatasi ejakulasi dini.

Obat-obatan tersebut umumnya termasuk dalam golongan antidepresan, analgesik, dan inhibitor phosphodiesterase-5.

Beberapa jenis obat dari golongan serotonin reuptake inhibitors (SSRI) juga dapat digunakan, tentunya dengan resep dokter.

Dokter biasanya tidak akan merekomendasikan penggunaan obat sebelum benar-benar yakin bahwa penyebabnya berasal dari faktor psikologis.

Metode ini baru disarankan bila terdapat kondisi berikut:

  • Ejakulasi terjadi kurang dari dua menit setelah penetrasi
  • Anda tidak memiliki kendali terhadap ejakulasi
  • Terdapat tanda-tanda frustrasi atau stres akibat ejakulasi dini
  • Ejakulasi terjadi setelah Anda menerima rangsangan seksual yang amat kecil sebelum, selama, atau sesaat setelah penetrasi
  • Masalah ejakulasi selalu terjadi setiap kali berhubungan seksual selama 6 bulan terakhir

Penggunaan obat-obatan berpotensi menimbulkan efek samping sehingga Anda harus banyak berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan metode ini.

Efek samping yang sering dihadapi oleh pasien mulai dari mual, gangguan penglihatan sementara, pusing, diare, sakit kepala, mulut kering, hingga penurunan libido.

Terapi psikologis dan perilaku

Tanpa harus selalu menggunakan obat, ejakulasi dini yang dialami ada kemungkinan hilang ketika Anda mulai aktif berhubungan seksual.

Pada kasus yang telah berlangsung lama, dokter dapat menyarankan terapi khusus untuk pasangan.

Berikut adalah teknik psikologis dan perilaku yang umum digunakan sebagai cara mengatasi ejakulasi dini:

Teknik perilaku

Teknik perilaku untuk mengatasi masalah ejakulasi terdiri dari langkah-langkah sederhana seperti masturbasi satu atau dua jam sebelum berhubungan seksual.

Dokter mungkin akan menyarankan untuk berhenti berhubungan seksual selama sementara dan menggunakan mainan seksual sebagai alternatif.

Metode ini cukup efektif sebagai cara mengatasi 60-90% kasus orgasme dini.

Namun, diperlukan kerja sama yang baik antara Anda dan pasangan untuk mendapatkan hasil optimal.

Dapat kembali sewaktu-waktu, jadi Anda mungkin perlu menerapkannya kembali saat diperlukan.

Teknik berhenti-remas

Dokter dapat menginstruksikan Anda dan pasangan untuk menggunakan metode yang dikenal sebagai teknik berhenti dan remas. Cara kerja metode ini yaitu:

  • Mulailah aktivitas seks seperti biasa, termasuk stimulasi penis, sampai sekiranya Anda merasa akan berejakulasi.
  • Minta pasangan untuk meremas bagian pangkal penis Anda. Lakukan selama beberapa detik, lalu kembalilah melakukan foreplay.
  • Meremas penis akan mencegah ereksi. Saat stimulasi seksual diteruskan, ereksi akan kembali.

Setelah beberapa sesi latihan, kondisi Anda mungkin akan membaik dan tidak lagi memerlukan teknik ini. Anda juga bisa melihat penjelasan dari video di bawah ini:

Konseling

Berkonsultasi dengan terapis mengenai hubungan dan pengalaman seksual juga bisa dilakukan sebagai cara mengatasi ejakulasi dini.

Hal ini bermanfaat agar Anda dapat mengatasi stres dan mengurangi kecemasan saat berhubungan seksual.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan?

Ejakulasi dini dapat dikurangi dengan kebiasaan dan gaya hidup sebagai berikut:

  • Mempertahankan gaya hidup sehat dan meningkatkan aktivitas olahraga.
  • Hindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Temukan cara untuk mengelola stres dalam.
  • Perbaiki hubungan dengan pasangan, serta jaga diri Anda sendiri.
  • Penggunaan kondom dapat mengurangi stimulasi penis.
  • Masturbasi saat satu atau jam sebelum berhubungan seksual.
  • Menarik napas dalam-dalam untuk mencegah refleks ejakulasi sebelum orgasme.
  • Memberi jeda saat berhubungan seksual dan mengalihkan pikiran.

Teknik penguatan otot dasar panggul

Anda juga dapat melakukan teknik penguatan otot dasar panggul untuk mengembalikan kontrol terhadap ejakulasi. Cara ini bermanfaat untuk memperpanjang waktu sebelum Anda mengalami orgasme.

Teknik penguatan otot dasar panggul terdiri dari empat langkah berikut:

  1. Saat buang air kecil, coba temukan otot tertentu pada panggul yang dapat dikendalikan.
  2. Anda dapat mengeceknya dengan berhenti mengeluarkan urine selama beberapa saat.
  3. Saat berbaring, buatlah otot dasar panggul Anda berkontraksi selama tiga detik, lalu biarkan otot berelaksasi selama tiga detik.
  4. Lakukan ini sebanyak 10 kali berturut-turut, paling sedikit tiga kali sehari.
  5. Perlahan tapi pasti, tambahkan durasi kontraksi dan relaksasi otot dasar panggul. Cobalah lakukan dalam posisi lain seperti berdiri, duduk, atau berjalan.
  6. Atur napas saat melakukan latihan ini dan fokuslah hanya pada otot dasar panggul. Jangan menegangkan otot perut, paha, atau bokong.

Ejakulasi dini adalah masalah umum yang bisa ditangani melalui terapi, obat-obatan, serta perbaikan gaya hidup.

Bila masalah ejakulasi masih berlanjut atau Anda memiliki banyak pertanyaan yang belum terjawab, konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan solusinya.